Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image abimanyu zaki

Resensi buku Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits

Agama | Saturday, 04 Nov 2023, 01:16 WIB
Buku Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits. Sumber: Dokumen pribadi

Identitas Buku

Judul buku: Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits

Penulis: Prof. Dr. Kh. Fuad Thohari, M. A & Kh. Abdul Syukur, M. A

Penerbit: Jejak Pustaka

Cetakan: pertama, Agustus 2023

ISBN: 978-623-183-483-6

Jumlah halaman: 245 halaman

Ukuran buku: 14 cm x 21 cm

Sinopsis Buku

Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits merupakan suatu buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Kh. Fuad Thohari, M. A & Kh. Abdul Syukur, M. A, yang merupakan suatu syarah atau penjelasan ulang dari sebuah tulisan berbahasa Arab yang berjudul 'Ilm Muştalah al- Hadits, 'Ilm al-Takhrij Wa al-Ta'arruf 'Ala Kutub al-Hadits dalam kitab al- Jadawil al-Jami'ah i al-'Ulum al-Nafi'ah. Tulisan aslinya disusun oleh Syekh DR. Jasim bin Muhammad bin Muhalhal al-Yasin dan beberapa mahasiswanya yang dipilih untuk membantu dalam penulisan tersebut.

Buku ini memuat beberapa penyajian yang berkaitan dengan ilmu hadits, penyajiannya pula bersifat sistematis dan terperinci, disusun dengan bentuk dan rancangan garis besar tentang ilmu hadits dan berbagai cabang-cabangnya dalam bentuk yang terstruktur dan berpola tergantung pada pembagian hadits, dimulai dari pengertian dan definisi baik secara bahasa (etimologi) maupun secara istilah (terminologi).

Resensi Buku

Buku ini merupakan salah satu karya Prof. Dr. Kh. Fuad Thohari, M. A yang menjelaskan beberapa pembagian hadits yang tergolong kedalam beberapa kolom mulai dari pembagian hadits, kualitas dan kuantitas hadits, kualitas sanad, hadits yang mardud (tertolak), sifat perawi, serta penukilan dan periwayatan hadits.

Secara umum Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits ini berbicara mengenai sebab suatu hadits memiliki tingkatan-tingkatan tertentu dengan berbagai syarat dan kriteria yang berlaku, dengan penyajian ini bisa dipastikan pembaca akan cepat memahami apa yang dimaksud dalam buku ini yang bertitik fokus dan terarah pada pembagian-pembagian hadits beserta klasifikasinya.

Terlepas dari pembagian hadits, buku ini juga menjelaskan tentang ilmu takhrij yang dimaknai sebagai petunjuk untuk mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sumber hadits yang asli yang berhubungan olehnya, dengan diadakan penyelidikan, pembahasan atau pemeriksaan pada sumber yang asli dan mu'tabarah (yang dipegangi, yang dijadikan sumber).

Ilmu takhrij ini merupakan ilmu yang memberikan kecukupan bagi para pencari syar'i untuk mengetahui cara mentakhrij hadist dari sumber sunnah yang asli yang muncul pertama kali yang dapat mengantarkan keluarnya sumber-sumber hadits dan menetapkan atasnya, jika hal tersebut memungkinkan.

Keunggulan dan kekurangan

Keunggulan. Buku Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sehingga cocok untuk pelajar khususnya mahasiswa untuk menjadikan buku ini sebagai rujukan, rangkaian penjelasan yang terperinci dan sistematis ke dalam beberapa bab yang disajikan.

Kekurangan. Dibalik kelebihan tidak menutup kemungkinan akan terselip secercah kekurangan didalamnya termasuk dalam isi buku ini, buku ini masih terdapat beberapa kata yang kurang tepat dalam penulisan dan akan berakibat fatal bagi pembaca yang tidak paham akan maksud dari kata tersebut serta berbagai masalah yang tidak semuanya tertulis di dalam buku.

Kesimpulan

Buku karya Syekh DR. Jasim bin Muhammad bin Muhalhal al-Yasin yang diterjemahkan dan ditafsirkan oleh Prof. Dr. Kh. Fuad Thohari, M. A kedalam bahasa indonesia, merupakan buku yang menyajikan rangkaian hadist secara terperinci berdasarkan rangkaian disiplin ilmu hadits, dengan pandangan garis besar ilmu hadits menjadikannya buku ini mudah untuk dipahami oleh berbagai kalangan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image