Pengaruh IPTEK Terhadap Pasar Monopolistik
Pendidikan dan Literasi | 2023-06-14 00:33:30
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini membuat perilaku konsumen maupun produsen berubah baik dari segi selera yang biasanya dipengaruhi trend yang ada, kemudian brand awarness yang semakin hari para konsumen makin teredukasi terhadap komposisi dari produk – produk yang beredar di pasaran dan masih banyak lagi faktor yang membuat pertumbuhan penjualan kadang bisa naik atau bahkan turun secara signifikan. Selain itu, kehadiran berbagai kemudahan seperti adanya marketplace,e-money, dll semakin memanjakan konsumen sehingga bisa dibilang sebagai salah satu faktor yang menggenjot perekonomian. Belum lagi munculnya para influencer di tengah masyarakat yang sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian para konsumen terlebih di dalam pasar monopolistik.
Pasar monopolisitik sendiri adalah pasar yang memiliki banyak produsen, menghasilkan barang serupa tetapi mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Sebut saja yang ada di sekitar kita ada pabrik rokok,air mineral, sabun,shampoo,dll. Perbedaannya bisa kita lihat dari segi kualitas,bentuk,dan ukurannya. Meskipun mungkin perbedaan tersebut sebenarnya hanya persepsi konsumen saja pengaruh terhadap trik marketing yang ada,namun keunikan masing – masing produklah yang membedakan pasar monopolistik dan pasar persaingan sempurna. Sementara proses pembentukan pasar ini adalah pengembangan karena adanya ketidakpuasan terhadap analisis model pasar persaingan sempurna dan monopoli. Ciri dari pasar monopolistik adalah memiliki banyak penjual,barang yang dijual berbeda corak,produsen dapat menentukan harga,hambatan masuk ke industri relatif kecil,dan diperlukan promosi yang aktif. Karena selain persaingan harga, pasar ini juga bersaing dalam diferensiasi produk dan juga seberapa menarik iklan yang ditawarkan. Namun terkadang ada ketidakefisienan dalam pasar monopolistik diantaranya karena harga jual yang lebih besar dari biaya marginal kemudian bisa juga disebabkan oleh kapasitas yang terlalu berlebih. Jika perusahaan mengalami kerugian mereka akan keluar dari pasar tersebut sehingga jumlah permintaan dari konsumen dan produsen yang dapat memenuhinya tidak sebanding.
Disini,tentu produsen punya peran penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan tersebut,apalagi di masa teknologi yang memanfaatkan marketing 4.0 mengombinasikan adanya interaksi online dan offline antara produsen dan konsumen. Disinilah peran influencer dan afilliator banyak digunakan.
1. Content marketing
Contohnya konten tips ootd, review produk,analisis komposisi, pembagian produk secara gratis di jalanan, challenge orang secara random yang berhadiah produk tertentu oleh banyak influencer yang tanpa kita sadari adalah bentuk pengenalan produk terhadap masyarakat luas. Dengan begitu calon konsumen bisa mengetahui diferensiasinya dengan produk lain, bentuk fisiknya,keunikannya,dan lain-lain. Asal bisa konsisten dalam mempromosikannya,adanya timbal balik dari para konsumen itu menunjukkan perkembangan yang positif terlebih bagi perusahaan yang baru memasuki pasar.
2. Continous marketing
Selain membuat konten secara berkala produsen juga bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk menganalisa data yang masuk seperti demografi atau range usia,feedback,opini, keluhan atau minat konsumen seperti apa,dan lain - lain. Sehingga mempermudah dalam proses evaluasi,inovasi,dan sebagainya.
3. Personelized marketing
Dengan data yang sudah diolah tadi,promosi yang dilakukan bisa menjadi lebih tepat sasaran sehingga efisien waktu dan tenaga dapat tercapai. Selain itu,pengiklanan seperti ini juga dapat menghemat biaya.
Berkembangnya IPTEK ini memberikan banyak sekali manfaat bagi kedua belah pihak di antaranya :
a. Memperpendek jarak
b. Perluasan pasar dan jaringan mitra kerja
c. Menyederhanakan proses layanan
d. Mempermudah akses info produk
Tetapi pengaruhnya terhadap jenis dan struktur pasar adalah munculnya produsen baru yang memasuki pasar sehingga persaingan semakin ketat,dan produk yang terjual semakin terdiferensiasi yang akan meningkatkan kemungkinan konsumen untuk membeli karena pilihannya bukan lagi ‘membeli atau tidak’ tetapi menjadi ‘membeli produk a atau b’.
Sebenarnya ada banyak kelebihan pasar ini seperti distribusi pendapatan dalam masyarakat lebih merata,banyaknya jumlah produsen meningkatkan probability konsumen untuk mendapatkan produk terbaik,produsen bisa berkembang dan lebih kreatif,dll. Namun kekurangannya adalah kebocoran anggaran produsen di bidang inovasi,dan biaya untuk pemasaran yang cukup besar. Namun dengan segala efek yang ada,secara garis besar perkembangan IPTEK membawa pengaruh positif bagi pelaku ekonomi dalam pasar monopolistik.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
