Manfaat Tinta Cumi (Loligo Chinensis) Bagi Manusia yang Sering Kali Diabaikan
Edukasi | 2023-05-29 21:13:22
Ada yang sering makan cumi? Atau pernah makan protein yang satu ini? Biasanya masakan/hidangan cumi banyak ditemukan distreet food yang sering kita datangi, terkadang ada juga beberapa restoran atau rumah makan yang menawari menu cumi. Mayoritas orang mengolah protein hewani berupa cumi ini dengan dicuci sampai bersih, hingga tintanya tidak ada. Tahukah kalian bahwa sebenarnya mengolah cumi disarankan untuk tidak menghilangkan tinta cuminya yang hitam pekat? karena dibalik warnanya yang hitam pekat, tinta cumi banyak mengandung nutrisi dan dan manfaat bagi tubuh manusia. Seperti yang kita tahu Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar didunia. Hal ini dikarenakan hasil laut Indonesia yang melimpah, salah satu komoditas perikanan unggulan Indonesia yang diekspor keluar negeri yaitu kelompok Cephalopoda seperti cumi, gurita, sotong dan sejenisnya. Tidak tanggung-tanggung nilai ekspor produk komoditas Cephalopoda sebesar USD 181,98 juta ditahun 2015. Dengan mengalami peningkatan ditiap tahunnya. Hingga pada tahun 2017 total ekspor komoditas ini naik menjadi USD 310 juta. Indonesia kaya akan segala hal mulai dari sumber dayanya, hasil karya, kebudayaan dan aspek-aspek lain yang sifatnya masih tradisional. Maka dari itu penting bagi kita untuk dapat mengolah semaksimal mungkin kekayaan tersebut, salah satunya dalam komoditas perikanan ialah melimpahnya cumi-cumi dilautan. Cumi adalah protein hewani yang enak dan gurih jika diolah dengan baik. Memiliki tekstur yang kenyal membuat cumi banyak disukai oleh khalayak umum selain itu cumi juga memiliki tinta yang warna nya hitam pekat dan amis. Kebanyakan orang membuang tinta tersebut, sayangnya masyarakat belum banyak yang tahu tentang manfaat dan kandungan dari tinta cumi sendiri, alhasil tinta tersebut dibuang begitu saja. Di negara Jepang sendiri tinta cumi digunakan sebagai bahan peningkat rasa (glutamat).
Terdapat beberapa manfaat oleh adanya kandungan zat yang terdapat pada tinta cumi antara lain : Kandungan Antioksidan mampu dalam mencegah kanker.Kandungan antioksidan pada tinta cumi dapat menjadi agen antikanker, hal ini dikarenakan oleh adanya melanin dan peptidoglikan. Melanin adalah zat gelap dari asam amino yang mampu melindungi diri dari predator. Dari hasil memproduksi melanin ternyata juga menghasilkan zat kimia lainnya berupa antioksidan, katekolamin, dan dopamin. Peptidoglikan sendiri adalah senyawa bentukan polisakarida serta oligopeptida yang mampu melawan pertumbuhan sel kanker.Kandungan Asam amino pada tinta cumi mampu menjaga kinerja otak dan saraf. Tinta cumi mengandung senyawa asam amino yang tinggi, dimana kadar asam amino yang tinggi ini dapat melakukan aktivitas pagomimetik bagi cumi untuk kelangsungan hidupnya. Yakni, memakan zat-zat asing. Pada kesehatan tubuh manusia, asam amino dapat menurunkan hipertensi dan hiperkolesterolemia pada manusia karena kandungan taurin, glutamat, dan tirosin dalam asam amino tersebut.Tinta cumi mengandung asam lemak tak jenuh yang sifatnya anti bakteri Tinta cumi juga dapat menjadi antibiotik alami karena kandungan asam lemak tak jenuh seperti EPA dan DHA dimana zat ini mempunyai sifat anti bakteri. Dapat mencegah adanya plak pada gigi Terdapat sebuah penelitian yang membuktikan bahwa tinta cumi mampu mencegah plak gigi, karena ekstrak dari tinta cumi dapat menetralkan bakteri penyebab plak pada gigi. Seperti bakteri Lactobacillus acidophilus, Candida albicans dll. Bahkan banyak juga penelitian sebelumnya yang mengolah tinta cumi dijadikan ekstrak yang kemudian diolah dijadikan bahan baku pasta gigi karena kandungannya tersebut. Kesimpulannya, tinta cumi memiliki banyak kadungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia, sangat sayang sekali apabila kita membuang sesuatu yang bermanfaat bagi tubuh kita perlu adanya pengetahuan lebih lanjut dan inovasi yang mampu membuka kesadaran khalayak umum untuk dapat memanfaatkan tinta cumi ini.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
