Memajukan Kualitas Pendidikan Indonesia Dengan Kurikulum Merdeka Belajar
Eduaksi | 2023-04-10 15:00:41
Pendidikan di Indonesia bisa dibilang masih memprihatinkan. Indeks Pembangunan Manusia kita melorot di urutan bawah dan ranking pelajar kita ada di barisan depan tapi dari belakang. Hal itu sangat menyedihkan, padahal, uang buat memajukan pendidikan sampai 444 triliun rupiah alias 20% dari anggaran negara. Tapi, kenapa pendidikan di Indonesia, belum maju juga? Kalau diibaratkan, mencari jawaban masalah ini mirip kayak mengurai benang kusut berisi seribu masalah ribet banget, Tapi, salah satu akar masalahnya bisa jadi adalah: sistem pendidikan massal, karena sistem ini bikin standar yang sama buat semua murid, mendewakan nilai, mematikan nalar berpikir kritis, menyeragamkan kemampuan, dan di saat yang sama, menghilangkan jati diri dan keunikan setiap muridnya. Padahal, sistem pendidikan yang dibangun sama Bapak Pendidikan, jauh beda dengan sistem saat ini. Di sisi lain, masalah pendidikan ada di kualitasnya, bukan kuantitasnya.
Faktanya, baik jumlah sekolah maupun anak yang bersekolah ini meningkat dari tahun ke tahun. Namun itu ga bikin pendidikan jadi oke, karena buktinya masih ada banyak sekolah yang belum sesuai standar, dan kemampuan guru yang masih jauh dari harapan. Lantas, apakah kita membiarkan masalah ini begitu aja? Tentu saja, tidak, pendidikan harus kita perjuangkan. Karena pendidikan adalah kunci kemajuan di masa depan! Karena hanya dan hanya lewat pendidikan, kita bisa bantu petani merawat padi, bantu peternak menggembala sapi, memudahkan dokter menemukan penyakit dan cari obatnya, meluncurkan satelit canggih ke luar angkasa, merancang robot yang bantu manusia, bikin akses internet cepat buat semua orang, sampai menciptakan perdamaian dunia.
Tapi untuk meraih semua itu kita harus berakit-rakit dahulu. semua dimulai dengan menganggap bahwa PENDIDIKAN itu HAK SEGALA BANGSA Makanya Kita Harus Bangun SEKOLAH keren di desa-desa, melatih kemampuan guru setinggi langit, menyediakan makanan berprotein buat perbaiki gizi anak Indonesia dan merombak ulang kurikulum pendidikan Indonesia. Kurikulum Merdeka Belajar menawarkan konsep belajar yang lebih fleksibel dan personal, yang memungkinkan siswa untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dalam kurikulum ini, siswa diberikan kebebasan untuk memilih materi pelajaran yang dianggap penting dan relevan dengan kebutuhan mereka. Siswa juga dapat memilih metode pembelajaran yang paling sesuai untuk mereka, seperti belajar mandiri, belajar kelompok, atau belajar dengan menggunakan teknologi.
Dengan adanya Kurikulum Merdeka Belajar, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu keuntungan dari kurikulum ini adalah siswa dapat belajar dengan lebih bermakna dan memiliki motivasi yang lebih besar. Siswa yang memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda dapat memilih mata pelajaran yang lebih menarik bagi mereka, sehingga mereka akan lebih bersemangat untuk belajar dan mengembangkan diri.
Selain itu, kurikulum ini juga dapat meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Guru akan lebih memperhatikan kebutuhan dan minat siswa, sehingga mereka dapat memberikan materi pelajaran yang lebih bermakna dan relevan. Guru juga akan lebih terbuka terhadap inovasi dan metode pembelajaran baru yang dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran mereka.
Namun, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki beberapa tantangan yang harus diatasi. Dibutuhkan persiapan dan sumber daya yang cukup, baik dari segi tenaga pengajar, fasilitas dan teknologi pendukung, dan sistem evaluasi yang akurat. Selain itu, diperlukan pula peran aktif dari seluruh pihak terkait, seperti pemerintah, pengajar, dan masyarakat dalam mendukung dan mempercepat implementasi kurikulum ini.
Dalam kesimpulan, Kurikulum Merdeka Belajar dapat menjadi salah satu solusi untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam belajar, siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat mereka. Oleh karena itu, perlu dukungan dari seluruh pihak terkait untuk mempercepat implementasi kurikulum ini dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
