Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image mila febriana

Peran Program Televisi Keagamaan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Agama | 2023-03-16 09:39:07
sumber : https://www.trans7.co.id/programs/khazanah
sumber : https://www.trans7.co.id/programs/khazanah

Televisi adalah salah satu media publik yang memiliki tiga fungsi sebagai alat komunikasi massa. Fungsi tersebut adalah fungsi informasi, Fungsi Pendidikan dan Fungsi Hiburan. Televisi dipilih karena dapat menyebarkan informasi secara tepat, massif dan menjangkau masyarakat sampai ke pelosok. Ini disebabkan televisi memiliki unsur immediacy dan realism. Definisi dari Immediacy yaitu langsung dan dekat. Peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh masyarakat pada saat peristiwa itu berlangsung. Penyiar yang sedang membaca berita, pemuka agama yang sedang membaca ayat suci Al-Quran, atau penyanyi yang sedang melantunkan lagunya, tampak dan terdengar oleh pemirsa, seolah-olah mereka berada ditempat peristiwa itu terjadi, meskipun mereka berada dirumah masing-masing jauh dari tempat kejadian, tapi mereka dapat menyaksikan pertandingan dengan jelas dari jarak yang amat dekat. Realism berarti bahwa stasiun televisi menyiarkan informasinya secara audio dan visual dengan perantara mikrofon dan kamera apa adanya sesuai dengan kenyataan ketika suatu acara ditayangakan secara langsung atau live.

Fungsi kedua televisi yaitu sebagai media pendidikan yang masif dan simultan. Sesuai dengan makna pendidikan, meningkatkan pengetahuan dan penalaran masyarakat maka televisi dapat menyiarkan berbagai acara yang sifatnya mengedukasi baik berupa acara formal seperti talk show dan program keagamaan ataupun informal yang dikemas dalam bentuk variety show dan hiburan lainnya. Program religi menggunakan channel televisi daerah dalam menyiarkan berbagai informasi keagamaan, pendidikan serta sejarah yang bertujuan mengedukasi masyarakat. Banyak hal yang keliru dipahami masyarakat yang harus diluruskan agar tidak salah kaprah seperti anjuran serta larangan yang dilakukan dalam agama islam. Sehingga bertujuan menginformasikan kepada masyarakat, termasuk mengedukasi masyarakat untuk perubahan perilaku seperti gaya berbusana umat muslim dan rajin mengamalkan sunnah Nabi Muhammad.

Program religi di media televisi merupakan program atau tayangan yang menyampaikan ajaran agama serta pesan-pesan keagamaan, dan disampaikan oleh narasumber yang dinilai mengerti ajaran agama. Program atau tayangan ini tentu dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, dimana masyarakat Indonesia merupakan masyarakat religius. Beragam tema dibahas dalam program religi ini. Demikian pula, konsep program dan format tayangannya pun dapat hadir dalam berbagai ragamnya. Seperti program Khazanah Islam di Trans7 merupakan program magazine religi yang memadukan dakwah melalui visualisasi dan illustrasi serta nasihat-nasihat dari Ustadz dan ahli-ahli agama terkemuka di tanah air. Khazanah memberikan penyegaran rohani bagi pemirsa sebelum memulai aktivitas. Program ini juga menyajikan sejarah islam terdahulu serta cerita nabi terdahulu, selain itu khazanah islam memiliki segmen agar kita merenung sudah kah kita mencintai dan melakukan kewajiban yang Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. lakukan dengan cara membahas lebih mendalam bagaimana tata surya dan alam semesta bekerja disalah satu segmen Khazanah Islam.

Jika sebelumnya acara keagamaan lebih banyak aspek tausyah, Maka saat ini sudah ada tayangan acara religi yang lebih modern tetapi tidak menghilangkan aspek religiusnya. Yaitu Assalamualaikum Cantik adalah acara televisi religius yang secara khusus membahas "Gaya Berpakaian Trendy Muslimah”, yang tayang di TransTV. Acara ini berjenis majalah informasi dunia Islam terselubung dalam cahaya yang mengungkapkan kebutuhan wanita untuk pencerahan, pedoman islam dan gaya berpakaian untuk kehidupan pribadi dan sosial. Assalamualaikum Cantik bersama pembawa acara Yuki Kato dan terkadang bergantian dengan beberapa pembawa acara lainnya. Program ini juga dibagi menjadi beberapa segmen yaitu Tanya Pak Ustad, boleh gak sih? Pro Currents Issue, Tips Islami untuk para wanita, tutorial hijab, life style/fashion dan do it your self.

Belum lagi, pada bulan Ramadhan, semua stasiun TV berlomba menayangkan acara yang dinyatakan ‘program Islami’ Beragam acara tersebut baik yang khsusus dipersiapkan untuk memeriahkan bulan ramadhan ataupun acara rutin yang kemudian dikomodifikasi menjadi acara bulan Ramadhan. Beragam acara baik dalam bentuk sinetron, reality show, ceramah agama, musik dan lain-lain dikemas sedemikian rupa agar dapat dianggap memenuhi ‘nilai islami’. realitasnya nilai-nilai Islami dalam tayangan bulan puasa sangat patut dipertanyakan. Bulan Ramadhan seakan menjadi alasan logis bagi semua stasiun televisi untuk melakukan komodifikasi beragam acara yang diprediksi laku dan akan ditonton masyarakat. Beberapa stasiun televisi mengklaim diri sebagai stasiun terbesar ditanah air dengan jumlah penonton sangat banyak berlomba menyajikan sinetron sebagai kemasan acara pada bulan Ramadhan.

Televisi telah menjadi penyalur dakwah baru bagi sebagian besar masyarakat kita. Masyarakat memang lebih menyukai belajar banyak hal dalam kehidupan mereka dari televisi karena mudah, cepat dan menarik. Televisi telah mampu menggantikan kehadiran ustad-ustad, atau bahkan televisi telah menggantikan kebutuhan masyarakat untuk belajar agama secara khusus dan benar. Televisi cenderung hadir dengan kemudahan dan magic-nya menjadi pemikat yang luar biasa bagi masyarakat dalam memahami agama. Maraknya bulan ramadhan, bukan cerminan bahwa televisi telah religius, tapi lebih hanya mendukung tayangan yang menghibur, selama tayangan tersebut sangat diminati masyarakat. Tentunya dengan melihat konsep mutu sebuah tayangan televise di Indonesia. Televisi religi sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat indonesia. Melalui program TV keagamaan, penonton dapat terinspirasi dan memotivasi sehingga bisa mengembangkan diri, dapat memperdalam pemahaman agama atau sisi religi, Televisi religi perlu dikembangkan dan didukung lebih lanjut, sehingga dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas hingga kepelosok indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image