Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Mengenal Gejala Cacar Monyet dan One Health

Edukasi | 2023-02-25 07:11:29

Mengenal Monkey Pox dalam Konsep One Health

HMPS Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan webinar tentang “Monkey Pox dalam Konsep One Health” (Foto: Isah)

One Health merupakan suatu pendekatan terpadu di bidang kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk menyeimbangkan dan mengoptimalkan kesehatan manusia, hewan, maupun ekosistem/lingkungan secara berkelanjutan. Dalam realisasinya, konsep ini mengedepankan adanya koordinasi, kolaborasi multisektor, dan antardisiplin ilmu terutama pada kasus penyakit menular seperti cacar monyet.

Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh virus monkey pox yang tergolong ke dalam Genus Orthopoxvirus dalam Famili Poxviridae. Penyakit ini ditularkan melalui kulit saat terluka, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, dan mulut). Cacar monyet pertama kali ditemukan di Denmark pada tahun 1958 sebanyak 2 kasus dan muncul kembali pada tahun 2022.

Menyikapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (HMPS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan webinar kesehatan daring bertajuk “Monkey Pox dalam Konsep One Health” pada Minggu, 19 Februari 2023. Kegiatan ini menghadirkan tim surveilans satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 UAD sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai narasumber yaitu Rokhmayanti, S.K.M., M.P.H.

Rokhmayanti menyampaikan bahwa pada fase akut atau prodromal, gejala monkey pox yang timbul berupa demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga nyeri otot yang berlangsung selama 0–5 hari. Sementara pada fase erupsi, ruam atau lesi pada kulit mulai muncul dalam kurun waktu 1–3 hari secara bertahap dari wajah ke bagian tubuh lainnya.

“Untuk mencegah terjadinya outbreak monkey pox, konsep One Health menjadi isu prioritas pemerintah sejak tahun 2022. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, maupun sektor lain sangat dibutuhkan untuk menguatkan surveilans epidemiologi penyakit ini. Dengan demikian, maka derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai dengan optimal,” tandasnya. (ish)

uad.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image