Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhamad Rully Wijayanto

Strategi Perbankan Syariah dalam Menghadapi Resesi 2023

Bisnis | Friday, 09 Dec 2022, 18:54 WIB
Kredit foto : Foto oleh vedanti: https://www.pexels.com/id-id/foto/mesin-penambah-penulis-pita-paymaster-putih-ditempatkan-di-atas-meja-242587/

Pada saat ini pandemi COVID-19 telah menyebabkan krisis ekonomi di berbagai negara. Hal ini berdampak pada berbagai sektor di sebuah negara, termasuk sektor ekonomi. Pasalnya, banyak negara yang menerapkan shutdown total sehingga roda perekonomian di seluruh dunia tidak berjalan.

Di Indonesia, sejak kasus pertama COVID-19 terdeteksi pada 2 Maret 2020, pemerintah langsung memberlakukan pembatasan sosial secara luas yang menyebabkan penurunan ekonomi Indonesia secara signifikan. Apalagi saat ini, ketika perang dieropa juga menyebabkan penurunan ekonomi dunia, yang juga mempengaruhi Indonesia, dan bisa menyebabkan terjadinya resesi di Indonesia.

Resesi sendiri menurut OJK yaitu, keadaan di mana ekonomi negara melemah, yang dinyatakan dalam produk domestik bruto negatif. Namun, menurut majalah bisnis dan finansial Amerika Selatan, resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun yang menyebabkan pengangguran.

Karena hal inilah yang membuat Indonesia harus waspada terhadap ancaman resesi pada tahun depan. Sektor yang paling berdampak pada kondisi saat ini adalah sektor perbankan syariah, di mana faktor utama penggerak perbankan syariah yaitu sistem keuangan yang stabil. Jika sistem keuangan tidak stabil akibat pandemi COVID-19 dan perang maka sektor perbankan akan terancam.

Tetapi menurut beberapa sumber yang telah saya baca bahwa pada resesi tahun 2023 ini tidak akan sampai membuat perbankan syariah mengalami penurunan yang signifikan. Ini dikarena sistem dalam pengambilan keuntungan di perbankan syariah tidak menggunakan sistem bunga melainkan bagi hasil. Hal inilah yang membuat perbankan syariah di indonesia masih bisa survive ditengah resesi 2023.

Walaupun perbankan syariah tidak terlalu berdampak pada resesi ditahun 2023, perbankan syariah tetap harus waspada dan harus memiliki beberapa strategi untuk bisa keluar dari jurang resesi 2023 ini. Berikut beberapa strategi umtuk perbankan syariah yang penulis rangkum agar dapat dilakukan perbankan syariah untuk mengatasi hal tersebut.

Pertama, bank harus mampu mengenali dampak Covid-19 terhadap sektor riil, pertumbuhan ekonomi, pembiayaan nasabah dan faktor lain yang mempengaruhi kesehatan bank. Setelah itu, bank juga harus menyiapkan berbagai skenario tentang dampak Covid 19 terhadap perekonomian dan efek samping terhadap hasil bank.

Kedua, bank harus mengurangi risiko kredit dan likuiditas. Ini dapat dilakukan dengan memahami sektor ekonomi dan klien keuangan yang mempengaruhi mereka dan hasilnya. Bank juga harus mengaktifkan sistem peringatan dini dan mengembangkan skenario untuk merestrukturisasi dan menyelamatkan klien keuangan.

Ketiga, bank harus melakukan stress test solvabilitas dan likuiditas. Oleh karena itu, bank harus melakukan analisis skenario kebutuhan dan ketersediaan modal terkait dengan peningkatan risiko kredit. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi likuiditas dan menguji strategi ini.

Keempat, bank juga harus mengoptimalkan pengelolaan portofolio dengan mengidentifikasi portofolio yang sensitif terhadap efek dan dampak. Dalam hal ini, bank juga harus mengoptimalkan alokasi modal dan ketersediaan likuiditas serta menerapkan berbagai skenario krisis. Pasalnya, Indonesia mengalami beberapa kali krisis selama pandemi. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih Bank Syariah Indonesia.

Jika keempat penerapan strategi tersebut dapat dilakukan dan dilaksanakan dengan baik, ini bisa menyebabkan sektor perbankan syariah di Indonesia yang mengalami resesi ekonomi pada tahun 2023 tidak terlalu berpengaruh terhadap perbankan syariah. Pasalnya, Indonesia mengalami beberapa kali krisis selama pandemi. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih Bank Syariah Indonesia. Namun bank syariah di Indonesia tidak boleh puas lengah dalam menghadapi resesi ditahun 2023, akibat perang yang sedang berlangsung serta pandemi yang masih belum tahu kapan akan berakhir. Oleh karena itu, bank syariah di Indonesia harus terus memantau dan menganalisis ekonomi global agar tidak menyebabkan penurunan ekonomi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image