Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Farhan Azizi

Gorong Sunyi dan Puisi Lainnya

Sastra | Wednesday, 21 Sep 2022, 11:54 WIB
Pixabay" />
Ilustrasi by Pixabay


Diri yang Hilang

Gelaran belajar, seragam.
Yang nampak beda hanya nama.
Udara didekam di dalam ruang pasif. Kontra produktif
dan sendu suara-suara anak didik.

Manusia menggonggong tak ada makna.
Menyamar budaya populer bahasa.
Tak ada sarat akan arti.
Hilang diri merasa asik, masuk frekuensi.

Malang, September 2022

Tikus Kultus

Ah!
Benarkan kaca, pecah karena kecewa?

Mengapa tikus kultus karena bunga.
Menjadi dewa.

Walau akhirnya
Pinggirnya menyayat kulit indah putih pucat.
Tak sadar perubahan mekar dan berduri.

Malang, Septermber 2022

Gorong Sunyi

Hawa! Cari aku di gorong sunyi.
Gorong yang menyelamatkan semua manusia dari benci.
Tak iri pada mercy ibu pencuri

Gorong sunyi rumah mewah
Ikhlas menyapa semuanya, lewat
Tak perlu bayar pajak.

Malang, 2022

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image