Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Farhan Azizi

Mati dan Bermutasi

Sastra | Sunday, 18 Sep 2022, 18:17 WIB
istock" />
ilustrasi by istock

Mati dan Bermutasi

Di atas fananya putaran waktu.

Di dunia yang carut-marut.

Arah hukum tak tahu ke mana.

Tumpul ke arah mata angin yang kuat.

Dan runcing ke arah yang lemah.

Para anak muda di banyak Perguruan Tinggi

terinfeksi virus mematikan.

Virus hedonisme.

Virus yang perlahan-lahan

membunuh kesadaran para anak muda

untuk melihat dusta di balik kuasa

yang anti kritik dan cinta persamaan.

Mereka dibuat tak peduli dengan apapun yang sedang terjadi.

Apatis namun hedonis.

Sangat sulit didefinisikan.

Virus itu sempat mati,

karena serangan aksi

ribuan anak muda dan pekerja di beberapa lokasi.

Namun, virus itu lahir kembali.

Berkali-kali, dan terus menggerogoti tubuh serta pikiran mereka.

Virus itu lahir dari tangan-tangan canggih oligarki.

Bermutasi terus-terus.

Jadi pabrik,

tempat hiburan,

pusat belanja,

dan memakan semua kesadaran anak muda.

Malang, 18 September 2022

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image