Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Tita Rahayu Sulaeman

Akibat Konten Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Ukhti Dihujat

Agama | 2022-09-06 10:35:56
sumber gambar : tirto.id

Oleh : Tita Rahayu Sulaeman

Viral dijagat maya, video dari pemilik akun Youtube Zavilda TV dihujat netizen. Pasalnya, video dari akun tersebut menampilkan adegan pemaksaan untuk memakai jilbab dari pemilik akun kepada wanita berpakaian terbuka yang ia temui di tempat umum. Awalnya adegan memperlihatkan wanita bercadar dari zavilda TV berbincang dengan wanita belum berjilbab tentang mengapa Wanita yang bersangkutan belum memakai jilbab. Kemudian dari pihak zavilda TV menyodorkan jilbab pada Wanita itu, untuk segera dipakai menutup auratnya. Wanita yang ditawari memakai jilbab merespon dengan menolak karena merasa belum siap. Di unggahan video yang lain, adegan serupa dilakukan pada orang asing non muslim, dengan alasan sebagai bentuk toleransi. Selain kontennya yang dinilai memaksa, judul-judul video juga mengundang kontroversi karena mamakai kata ‘seksi’ yang merujuk pada Wanita-wanita yang belum menutup auratnya dalam video tersebut. Kesungguhan pemilik akun pun dipertanyakan dalam mengajak untuk berjilbab, karena demikian kontroversinya. Prasangka untuk meraih materi dan kepopuleran dari konten yang viral pun muncul di kalangan netizen.

Hati-hati dengan Penggiringan Opini

Pemaksaan pemakaian hijab, bukanlah suatu frasa yang baru ditemukan di media. Beberapa waktu yang lalu, pemaksaan pemakaian jilbab oleh sekolah pada siswanya juga menjadi sorotan. Siswa sampai merasa depresi karena kejadian ini. Pemaksaan hijab oleh guru di sekolah dianggap melanggar HAM. Akibat kejadian ini, guru dan kepala sekolah dinon-aktifkan.

Ada kesamaan narasi yang muncul dari kedua kasus yang terjadi ini. Bahwa setiap orang tidak boleh dipaksa untuk memakai jilbab. Sekalipun orang tersebut merupakan seorang muslim. Narasi kemudian mengarah pada kebebasan berperilaku, yaitu setiap perempuan berhak menentukan pakaian apa yang ia pakai. Tidak heran muncul narasi semacam ini. karena saat ini Islam hanya dijadikan agama ruhiyah saja. Sementara dalam berperilaku, umat islam terlepas dari aturan-aturan Islam. Padahal, Islam mengatur bagaimana seorang Muslimah seharusnya berpakaian.

Umat islam harus hati-hati, jangan sampai terbawa penggiringan dan penggorengan opini. Menggaungkan kebebasan dalam berpakaian merupakan pemahaman yang bertentangan ajaran Islam. Frasa ‘Pemaksaan pemakaian Jilbab’ terus digoreng sehingga timbul kebencian terhadap orang yang menyampaikan kewajiban berjilbab. Alih-alih merenungkan kewajiban berjilbab, netizen justru sibuk menyematkan kata-kata buruk pada pihak yang dianggap memaksa.

Kejadian ini semakin menambah kesan buruk umat terhadap Islam. Islamofobia semakin menjadi di kalangan umat Islam. Umat muslim menjadi takut terhadap ajaran agamanya sendiri. Karena melihat akhwat bercadar saja bisa berperilaku buruk. Pada akhirnya umat Islam akan digiring untuk memilih Islam moderat, tidak fanatik dan lebih toleran.

Dakwah dengan Makruf

Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk dalam hal berpakaian, Allah telah mengaturnya, bagaimana seorang Muslimah semestinya berpakaian. Semua aturan Allah SWT wajib ditaati. Namun, sebelum sampai pada kesadaran diri harus terikat pada hukum syara, aqidah seseroang harus dibangun dengan kokoh. Keyakinan bahwa Allah adalah pencipta dirinya, keyakinan bahwa Allah adalah tempatnya Kembali dan keyakinan bahwa setiap aturan Allah adalah bentuk kasih sayang pencipta pada hamba-Nya. Jika keyakinan-keyakinan ini sudah ada dalam diri seorang Muslimah, maka tidak akan ada perasaan terpaksa ketika memakai jilbab. Bangun dulu akidah yang kokoh, maka keterikatan terhadap aturan Islam akan ia upayakan dengan sepenuh hati.

Islam adalah rahmat bagi seluruh Alam. Kewajiban umat muslim untuk mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia. Namun, keindahan Islam harus disampaikan dengan makruf (baik). Dengan akhlak dan perkataan yang baik dari umat Islam yang melakukan dakwah kepada umat. Sehingga muncul kesan yang baik dari umat terhadap Islam. Ada keinginan untuk mengenal Islam lebih jauh.

Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara muslim kita ketika melakukan dakwahnya yang terkesan memaksa, bisa dijadikan evaluasi bagi umat Islam lainnya. Umat Islam tidak semestinya latah mengujat dengan melontarkan kata-kata buruk bernada kebencian kepada saudaranya sendiri hanya karena ia lakukan kesalahan.

Kewajiab Menutup Aurat

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Al-Ahzab ayat : 59)

Kewajiban menutup aurat dengan memakai jilbab adalah kewajiban dari Allah SWT bagi seluruh Wanita muslim. Kewajiban ini tak terbantahkan. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim selain taat. Bila ada perasaan diri untuk belum siap, maka persiapkanlah. Ditumbuhkan lagi kecintaan terhadap Allah, dengan selalu berupaya mendekat kepada-Nya. Melalui ibadah-badah ruhiyah dan mengkaji Islam secara intensif Bersama para guru. Sehingga muncul kecintaan terhadap Allah. Bila cinta terhadap Allah telah hadir, maka sebagai hamba secara suka rela akan melakukan apa saja bagi yang dicintanya. Tidak ada rasa terpaksa. Semua dilakukan demi meraih keridhoan-Nya.

Allah berkata bahwa tidak boleh ada paksaan dalam Islam. Hal ini berlaku bagi orang-orang yang belum meyakini Allah sebagai tuhannya. Mereka tidak boleh dipaksa menyembah Allah. Ketika keyakinan terhadap Allah belum hadir dari diri mereka, maka tidak ada kewajiban taat terhadap syariat Islam. Namun berbeda ketika seseorang sudah mengakui beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia wajib untuk taat terhadap syariat-syariat Islam. Taat dalam seluruh aspek kehidupannya.

Hidayah memang datangnya dari Allah SWT. Namun manusia bisa memilih, apakah akan mengambil atau menolak petunjuk yang Allah berikan. Sikap seorang muslim ketika mengetahui hukum syara adalah mentaatinya. Bila belum mampu, maka upayakan.

Wallahu’alam bishawab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image