Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Ihsan

4 Karakter Wanita dalam Al-Qur'an

Agama | Tuesday, 23 Aug 2022, 17:42 WIB
Ilustrasi, (Isrimewa)

Dalam Islam jiwa manusia sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Manusia harus dihormati semenjak dia masih hidup bahkan hingga mati. Baik laki-laki ataupun perempuan Allah muliakan. Berbeda dengan perlakuan di zaman jahiliah, dimana saat itu perempuan dianggap rendah dan sebuah hinaan bagi yang melahirkannya. Lalu Islam hadir untuk memerdekakan dan menghormati perempuan. Sehingga dalam Al-Qur'an terdapat banyak cerita mengenai perempuan. Diantaranya ada ayat-ayat yang membahas mengenai karakter perempuan. Dan berikut empat karakter perempuan menurut Al-Qur'an :

1. Pemalu

Salah satu fitrah perempuan adalah "pemalu". Diharapkan dengan adanya sifat ini wanita bisa menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh agama. Sifat "malu" juga menjadi hiasan bagi perempuan, sebagaimana sifat menyukai kebersihan dan keindahan hingga saat sifat malunya ini hilang maka hilang juga hiasan atau keindahannya.

Salah satu ayat dalam Alquran yang membahas tentang sifat pemalu ini dapat kita perhatikan pada cerita anak perempuan dari negeri Madyan yang pergi menjemput nabi Musa untuk menuju rumahnya yang menemui ayahnya. Ayahnya ingin memberikan upah atas kebaikan nabi Musa yang telah menolong kedua putrinya. Nabi Musa memberikan minuman kepada kambing-kambingnya sehingga meringankan beban yang cukup berat ini. Lalu Allah menurrunkan Firman yang artinya nya: "Lalu datanglah satu dari kedua anak perempuan itu kepada nabi Musa, berjalan dengan tersipu malu."

Ayat tersebut menggambarkan betapa seorang wanita desa "Madyan" yang penuh kepolosan menampakan keasliannya, yaitu sifat "pemalu" jika berhadapan dengan seorang lelaki yang baru dikenalnya. Diriwayatkan bahwa pada waktu pulang mengantarkan nabi Musa, perempuan tersebut berjalan di depan, nabi Musa di belakangnya, lalu angin gurun menerpa perempuan tersebut sehingga pakaiannya tersibak dan terlihatlah lekukan tubuhnya. Ia merasa malu dan meminta nabi Musa untuk berjalan di depannya saja dan dia yang memberikan komando dari belakang. (Lih. Tafsir an-Nasafi: II/232)

2. Suka bersolek

Sebagian wanita mengatakan bahwa alasan mereka menyukai bersolek karena memiliki perasaan kurang percaya pada diri sendiri. Sehingga mempersolek diri adalah salah satu cara untuk menutupi kekurangan tersebut, contohnya dengan memakai make up dan memakai hiasan yang melekat pada dirinya.

Bersolek adalah sesuatu yang sah dan sesuai dengan sifat feminim yang melekat pada seorang perempuan. Namun agama juga memberikan batasan-batasan, seperti memakai parfum untuk menarik lawan jenis yang bukan mahramnya.

3. Ingin diperhatikan

Perhatikan Quran surat an-nur ayat 31 yang artinya "Dan janganlah mereka atau wanita-wanita itu memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikannya"

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita muslimah tidak boleh memperlihatkan anggota tubuh yang menjadi tempat perhiasan kecuali pada mahramnya atau orang yang mendapatkan pengkhususan. Dan pada ayat tersebut ada kata "liyu'lama" yang artinya "agar diketahui" yang menandakan bahwa dengan adanya suara gemerincing yang ada di kakinya tersebut menandakan bahwa wanita "ingin diperhatikan" terutama oleh lawan jenisnya.

Selain itu substansi dari ayat tersebut adalah seorang wanita muslimah tidak boleh menggerak-gerakan badannya secara sengaja dan diluar kewajaran yang tujuannya untuk menarik lawan jenisnya seperti berjalan dengan berlenggak-lenggok lalu menarikan tarian erotis, memakai parfum, suara yang mendayu-dayu danlainnya.

4. Membincangkan orang lain dalam hal percintaan

Hal ini merupakan pekerjaan "ngerumpi" yang banyak dilakukan oleh kaum wanita terlebih lagi dalam soal asmara. Sifat ini bisa diamati pada firman Allah Quran surat Yusuf ayat 30 yang artinya "Dan wanita-wanita di kota berkata: "istri Al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya). Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu sangatlah mendalam."

Peristiwa ini merupakan kasus istri pembesar Mesir yang menggoda nabi Yusuf. Namun rayuannya ditolak oleh nabi Yusuf, dan tak lama dari itu muncul suami perempuan tersebut sehingga terjadilah adu argumentasi.

Peristiwa ini akhirnya menyebar ke seluruh penjuru kota Mesir. Tapi pada ayat tersebut dikatakan bahwa yang menggunjing mengenai peristiwa itu adalah kaum wanita karena menurut mereka hal ini sangat menarik untuk digunjingkan apalagi yang tersangkut adalah pembesar kerajaan berbeda dengan kaum laki-laki yang tidak begitu peduli dengan berita disekitarnya.

Itulah empat karakter perempuan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an. Semoga kita sebagai perempuan bisa mengendalikan fitrah kita dengan baik, sehingga tidak keluar dari batasan-batasan yang sudah Allah tetapkan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image