Motivasi Transendental dalam Surat Al Kautsar
Agama | 2025-12-21 10:48:41Kita semua pernah mengalami kesulitan dan tantangan dalam hidup, atau bahkan kehilangan. Baik itu dalam karir, hubungan, atau kehidupan pribadi.
Namun, ada satu sumber kekuatan yang dapat membantu kita mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, yaitu motivasi transendental.
Motivasi transendental adalah kekuatan yang mendorong kita untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi (ilahiyah) dan lebih bermakna. Ini adalah kekuatan yang membuat kita merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.
Salah satu contoh motivasi transendental yang paling kuat adalah Surah Al-Kautsar, sebuah surah dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Diwahyukan kepada Nabi di saat saat sulit dan saat Beliu terhimpit dan dibully oleh kaumnya.
Surah ini mengandung pesan yang sangat kuat dan relevan dengan kehidupan kita hari ini.
Nikmat Allah SWT selalu melimpah
Surah Al-Kautsar (pemberian yang besar dan terus menerus) mengingatkan kita bahwa Allah SWT telah memberikan kita nikmat yang banyak, termasuk nikmat hidup, (iman dan islam) kesehatan, dan kesempatan untuk mencapai tujuan dan mengembangkan harapan harapan kita.
Namun, seringkali kita lupa akan nikmat-nikmat ini dan merasa bahwa kita tidak memiliki apa-apa.
Teori psikologi positif, seperti teori "Gratitude" yang dikembangkan oleh Martin Seligman, menunjukkan bahwa fokus pada nikmat-nikmat yang kita miliki dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Dengan demikian, kita harus selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang kita miliki dan tidak merasa putus asa. Kita juga mesti fokus pada apa yang masih ada di sisi kita dan berfokus pada sisi mana yang bisa kita ubah.
Shalat dan konektivitas Energi
Surah Al-Kautsar juga mengingatkan kita bahwa shalat dan ibadah adalah sumber energi yang kuat untuk mencapai tujuan kita.
Ketika kita beribadah, kita terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri dan merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.
Teori psikologi transpersonal, seperti teori "Self-Transcendence" yang dikembangkan oleh Viktor Frankl, menunjukkan bahwa ibadah dan spiritualitas dapat membantu kita mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas hidup. Yaitu dengan menghayati inti penciptaan dan tujuan otentik kita di muka bumi.
Kemudian kita menyelaraskannya dengan maslahah di sekitar kita dan optimasi fungsi "fashalli" sebagai jaringan Utama mencapai keselarasan hidup.
Kesabaran sebagai Kunci Kesuksesan
Surah Al-Kautsar juga mengingatkan kita bahwa kesulitan dan cobaan adalah bagian dari hidup. Namun, kita harus selalu tabah dan sabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut.
Teori psikologi positif, seperti teori "Grit" yang dikembangkan oleh Angela Duckworth, menunjukkan bahwa ketabahan dan kesabaran adalah kunci kesuksesan. Dengan demikian, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan ketabahan dan kesabaran kita dalam menghadapi kesulitan-kesulitan. Hal itu dapat kita kembangkan dengan sikap "wanhar", dan berkurbanlah, atau melayani kehidupan orang banyak, mengembangkan sikap sosial dst.
Sikap di atas ditutup dengan jaminan Allah swt, bahwa, apapun boleh hilang dan putus ("abtar") darimu, tapi Hubunganmu kepadaNya janganlah putus. Atau orang yang mengabaikan sunnah (ajaran) Nabi Muhammadlah yang terputus dari RahmatNya.
Di simpulan ini dapat kita ingat bahwa motivasi transendental adalah kekuatan yang dapat membantu kita mencapai tujuan yang lebih tinggi dan lebih bermakna.
Dengan fokus pada nikmat-nikmat yang kita miliki, fokus pada apa yang ada di sisi kita dan bisa kita ubah, terus beribadah, dan meningkatkan ketabahan dan kesabaran, maka kita dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
