Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image awfa

Tentang Buah Jatuh

Agama | Wednesday, 15 Jun 2022, 15:29 WIB

Belakangan ini kita tidak asing dengan kata Hijrah yang di dalam KBBI berarti perubahan (sikap, tingkah laku dan sebagainya) ke arah yang lebih baik. Maraknya gerakan hijrah di sosial media tentunya membuat pengaruh yang sangat besar terhadap kalangan muda, terlebih lagi pada remaja perempuan yang mulai menghilangkan stigma “Pakai gamis kayak ibu-ibu”.

Sumber Gambar: https://id.pinterest.com/pin/482518547560307025/

Jika kita membicarakan tentang hijrah khususnya pada remaja-remaja perempuan, tentu perubahan penampilan akan menjadi topik hangatnya, karena mereka akan lebih terlihat mencolok, yang awalnya mereka harus memikirkan gaya rambut apa yang akan ditata saat bermain bersama teman-teman, menjadi warna hijab apa yang akan dikenakan saat pergi ke pengajian bersama teman-teman. Nah! Tetapi tidak sedikit dari mereka yang ditentang oleh lingkungan, bahkan orang-orang terdekatnya yang seharusnya mendukung, pun kadang ikut mencela dan memusuhi, mirisnya mereka-mereka yang mendiskriminasi adalah bagian dari kita, orang Islam.

Keadaan seperti ini mengingatkan kita kepada kisah shahabiyah yang mungkin akan sangat asing dibeberapa telinga, ya! Durrah bintu Abu Lahab Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Dari namanya kita tahu, bahwa beliau adalah anak dari Abu Lahab, paman Nabi ﷺ yang sangat terkenal memerangi Islam, yang kemudian Allah melaknat dan mengabadikan namanya menjadi salah satu surah ke-111 di Al-Qur’an yaitu Al-Lahab atau Al-Masad. Berisikan 5 ayat dengan bunyi;

تَبَّتۡ يَدَاۤ اَبِىۡ لَهَبٍ وَّتَبَّؕ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar- benar binasa dia !

مَاۤ اَغۡنٰى عَنۡهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَؕ

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِ

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Dari sini kita bisa tahu seberapa murkanya Allah terhadap Abu Lahab, namun pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” tidak bisa mendefinisikan Durrah.

Durrah Radiallahu Anha tidak tenggelam mengikuti kekafiran kedua orang tuanya, ia adalah muslimah yang taat kepada agama, diceritakan suatu hari setelah masuk Islam beliau ikut ke Madinah sebagai muhajirin dan tinggal di kediaman Rafi bin Mu’ala. Lalu wanita dari Bani Zuraiq yang mengetahui keberadaannya berkata “Engkau puteri Abu Lahab yang Allah berfirman kepada dia Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan (Qur’an Surah Al Lahab : 2). Maka tak bermanfaat hijrahmu ini.”

Mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari sesama Muslim, Durrah pun mengadu kepada Rasulullah menceritakan apa yang terjadi, Rasul ﷺ menenangkannya dan berkata, “Duduklah”, setelah Nabi menunaikan shalat Dzuhur, beliau naik ke atas mimbar dan bersabda, “Wahai, manusia sekalian! Mengapa aku dicela atas keluargaku? Demi Allah, sesungguhnya syafa’atku (pengampunan) akan diperoleh orang-orang dekatku, bahkan orang yang keras, lemah, serta besar sekalipun akan mendapatkannya pada hari kiamat.”

Ad-Daruquthni meriwayatkan dalam kitabnya, bab Ukhwah, dan Ibnu Ady dalam al-Kaamil serta Ibnu Mandah dari Durrah binti Abu Lahab, dia berkata,'' Nabi ﷺ bersabda, ”Seorang yang hidup tidak menanggung derita lantaran kejelekan yang diperbuat orang yang sudah mati''.

Kita dapat mengambil banyak kesimpulan dari kisah ini yang pertama, hendaknya seorang muslim dan muslimah menghormati sesama dan Allah Jalla wa ‘Ala Maha membolak-balikan hati, memberi hidayah bagi orang-orang yang dikehendakinya lalu kita juga bisa paham bahwa generasi muslim tidak selalu lahir dari generasi muslim. Durrah? Lahir dari orangtua yang Allah laknat tapi justru menjadi cermin bagi semua umat Islam. Keburukan yang telah dilakukan pendahulu kita bukan derita yang harus ditanggung anak cucunya.

Akhir kalam, Yaa muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik. Wahai Dzat yang

Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Referensi:

https://muslimahdaily.com/story/hikmah/item/4263-keteguhan-iman-durrah-binti-abu-lahab-yang-hijrahnya-ditentang.html, di akses pada 4 Maret Pukul 8.20 am

https://www.republika.co.id/berita/q9i9l4440/durrah-binti-abu-lahab-apel-jatuh-jauh-dari-pohonnya di akses pada 3 Maret Pukul 06.00 am

https://islamkaffah.id/durrah-binti-abu-lahab-sepupu-yang-selalu-dibela-nabi-saw/ di akses pada 3 Maret Pukul 06.00 am

Ditulis didalam kelas sambil menahan lapar, 15 Dzulqo'dah 1443 H 3.23 pm

*Mahasiswi Prodi KPI Angkatan III STIBA Ar Raayah, Sukabumi

**Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Komunikasi Islam pada Semester IV

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image