Olahraga Tradisional 'Geudeu-Geudeu' yang Mulai Terlupakan

Image
Hamdani
Olahraga | Thursday, 16 Sep 2021, 15:16 WIB
Dokumentasi Atrakana

Even olahraga internasional baru saja usai diseleggarakan di Jepang. Even olimpiade Jepang merupakan ajang bergengsi untuk adu prestasi atlet skala dunia di tengah pandemi. Jika itu disebut olahraga modern, dan dipertandingkan. Lalu bagaimana dengan olahraga tradisional?

Berolahraga tidak hanya menjadi prestasi bagi sang atlet, namun akan menyehatkan tubuh pula. Begitu juga olahraga tradisional seperti "Geudeu-geudeu" yang sering dimainkan oleh sekelompok orang.

Geudeu-geudeu adalah jenis olahraga beladiri yang berasal dari Aceh. Khususnya Pide Jaya. Nama Geudeu-geudeu sendiri diadopsi dari sebutan umum dalam bahasa Aceh.

Permainan olahraga beladiri geudeu-geudeu tergolong permainan orang dewasa, dan dimainkan oleh tiga orang yang dibagi dua bagian. Satu orang pemain harus berhadapan dengan dua orang lawannya. Dalam pertandingannya, yang satu orang disebut "awak tueng", dan yang dua orang disebut "awak pok."

Saat bermain, awak pok berusaha untuk menjatuhkan, membanting, lawan atau menangkap dan mengangkat hingga kedua telapak kaki tidak tersentuh tanah, dan tidak boleh memukul. Sedangkan awak tueng berusaha menghindari supaya tidak terjatuh atau dibanting, dan dibolehkan membanting, memukul dengan tangan lurus.

Permainan geudeu-geudeu dipimpin oleh seorang wasit yang dipercaya. Juga disaksikan oleh penonton yang ramai. Geudeu-geudeu biasanya digelar pada lapangan terbuka.

Kebiasaan di Pidie Jaya geudeu-geudeu diadakan pada musim panen atau setelah masa potong padi. Dimana hamparan sawah menjadi lapangan permainan. Hampir setiap geudeu-geudeu digelar selalu bertepatan pada bulan purnama. Sebab permainan geudeu-geudeu ini berlangsung malam hari.

Bermain Geudeu-geudeu tidak saja akan menyehatkan tubuh sebagaimana berolahraga secara fisik lainnya. Tetapi juga bisa menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi permainan rakyat. Makanya olah raga ini sering dimainkan pada momen-momen hari kemerdekaan semisal 17-an Agustus atau hari besar daerah.

Meski tidak digolongkan dalam daftar olahraga prestasi atau tidak masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam even-even nasional, namun permainan rakyat ini kerap dilombakan di daerah asalnya yakni Meureudu (ibu kota Pidie Jaya).

Menurut historis-nya geudeu-geudeu merupakan salah satu permainan rakyat paling masyhur pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan yang ada di Aceh saat itu.

Para tentara kerajaan dan masyarakat mereka dibekali dengan fisik dan mental tangguh serta diajarkan seni beladiri. Salah satunya adalah dengan mengajarkan permainan geudeu-geudeu tersebut.

Namun sayang tradisi luhur peninggalan tempo dulu kini hampir terlupakan. Saat ini tidak banyak yang mengetahui tentang permainan geudeu-geudeu ini. Anak-anak sekarang lebih mengenal Mobile Legend dan manga daripada seni tradisional daerahnya.

Dahulu semasa Bupati Pidie Jaya (alm) H.M. Gade Salam masih menjabat, permainan geudeu-geudeu ini sering diadakan setiap habis masa panen. Bahkan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang digelar 4 tahun sekali di ibukota provinsi, geudeu-geudeu menjadi seni andalan kontingen Kabupaten Pidie Jaya yang dipertontonkan.

Semoga seni beladiri tradisional ini tidak lekas dilupakan. Justru kita harapkan agar pemerintah daerah mau melestarikan geudeu-geudeu ini dan memperkenalkan kepada generasi-generasi berikutnya. (*)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Menyukai Tulisan-tulisan Sosial, Humaniora, Ekonomi, dan Agama. Pegiat UMKM, Praktisi Pajak, Konsultan Keuangan, TPU KKP.

Artikel Lainnya

Image

Menangisi Kehilangan, Ihwal Manusia yang Posesif

Image

Tokoh-Tokoh Ahlusunnah wal Jama'ah

Image

Sejarah Terbunuhnya Husain bin Ali

Image

Mengenal Konsep Syiah Imamiyah dan Perkembangannya di Indonesia

Image

Kamu Harus Tahu, Ini Cara Mudah Menghapus Follower TikTok yang Menyebalkan

Image

Proses Konversi Golongan Syiah dan Khawarij

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image