Tepat, Panglima Turunkan Prajurit TNI Wanita Lebih Banyak Bertugas di Luar Negeri

Image
AL Debaran
Info Terkini | Friday, 13 May 2022, 06:00 WIB

TNI tidak hanya menjaga keamanan negara. Namun juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Sebab Indonesia termasuk anggota PBB. Hampir setiap tahun TNI mendapatkan tugas untuk turun di negara luar untuk menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di negara yang terjadi konflik.

Tugas itu pun juga bentuk kehadiran negara untuk dunia menjaga keamanan dan perdamaian.

Tentu adanya tugas itu, TNI dikenal dan dipandang bagi negara luar. Para prajurit TNI yang ditugaskan tidak sembarangan ditugaskan, mereka ditugaskan sudah terlatih dan berprestasi.

Langkah baik Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan jajarannya melibatkan lebih banyak prajurit wanita dalam Pasukan Perdamaian Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) 2022.

Ini dinilai andil dalam memberikan kesempatan dan memperlihatkan bahwa TNI dari kaum perempuan mampu turun menjaga keamanan dan perdamaian di dunia.

Tentunya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menilai banyak prajurit TNI wanita yang berprestasi tetapi kurang diberi kesempatan untuk bergabung dalam pasukan, khususnya Batalyon Gerak Cepat Kontingen Garuda

Hal itu diungkapkan Panglima TNI Jenderal Andika saat menanggapi paparan Paban VIII/Operasi Luar Negeri Staf Operasi TNI saat rapat di Jakarta sebagaimana disiarkan kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta, Kamis (5/4/2022).

Oleh karena itu, Dia meminta jajarannya kembali mengevaluasi rencana penugasan prajurit dan memeriksa lebih teliti rekam jejak prajurit yang dipilih sebagai anggota Pasukan Perdamaian Unifil 2022.

Batalyon Gerak Cepat (BGC), yang disebut Andika saat rapat merupakan pasukan khusus yang memiliki satu peleton khusus wanita atau Female Engagement Team (FET).

Tidak hanya itu, katanya, Batalyon Gerak Cepat memiliki Joint Terminal Attack Controller (JTAC) yang bertugas mengkoordinasikan bantuan tembakan udara (air support).

Batalyon Gerak Cepat sebagaimana dijelaskan laman resmi TNI memiliki kemampuan dikerahkan secara bersamaan ke lima daerah/titik berbeda.

Batalyon itu diperbolehkan menggunakan kekuatan senjata secara aktif demi melaksanakan mandat PBB yang di antaranya melindungi warga sipil (protection of civilian).

Di dalam rapat yang sama, Andika tidak hanya mengevaluasi personel, tetapi memeriksa rancangan anggaran yang hendak diusulkan TNI ke PBB.

Usulan baik dan bagus menurut penulis. Kami yakin bahwa TNI mampu menjaga dan melahirkan perdamaian di daerah konflik. Tentu dengan cara sesuai aturan dan arahan yang ada. Bravo TNI. NKRI Harga Mati.

Sumber: Liputan6.com

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Konten Writer

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Kesekian Kali

Image

Puskesmas Terbaik DKI Jakarta Berdasarkan Review Terbaru

Image

Ruang Lingkup Morfologi

Image

Pengaruh k-pop terhadap remaja

Image

Prodi Hukum Bisinis Unismuh Makassar Siap Gelar Kuliah Perdana Awal Desember

Image

Video Kreatif Keren Tanpa Asap Rokok Lapas Perempuan Palembang Juara 1 pada HUT Yayasan Jantung Seha

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image