Para Pencari Tuhan, SInetron Dakwah Tanpa Menghakimi

Image
Deassy Destiani
Info Terkini | Tuesday, 26 Apr 2022, 09:04 WIB
Sumber gbr : https://www.instagram.com/p/CbeVsTGrOK8/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

By Deassy M Destiani

Menikmati serial Para Pencari Tuhan (PPT) jilid 15 nyambung banget dengan kehidupan nyata. Berkisah tentang kehidupan di pesantren lansia dengan segala konflik penghuninya.

Pesantren ini didirikan pak Jalal (Jarwo Kuat) dan Bang Jack (Dedy Mizwar). Dibantu seorang ustad muda yang ganteng yaitu Ustad Habib (Lavicky Nicholas).

Para lansia yang ada di pesantren itu karakternya beragam. Semuanya bertujuan untuk menjadi lansia yang khusnul khotimah.

Ada Pak Netral, diperankan Cok Simbara dengan sangat apik. Pak Netral adalah sultan di sinetron itu yang kekayaannya gak kaleng-kaleng. Sedekah aja bisa puluhan milar.

Sayangnya Pak Netral dibohongin terus sama anaknya. Kedua anaknya mengharap bapaknya segera mati biar harta warisannya jatuh ke tangan mereka. Bahkan kedua anaknya ini sering bertengkar gegara warisan. Kisah begini kayaknya banyak terjadi di real life yah? Kasian ortu kaya tapi punya anak durhaka. Ortu belum mati warisan udah maksa dibagi.

Ada lagi tokoh lain bernama Galaksi. Biasa dipanggil Om Galak. Diperankan dengan sangat menjiwai oleh Tio Pakusadewo. Sepertinya ini kembalinya Tio ke sinetron lagi setelah beberapa kali terjerumus narkoba karena kehilangan istri tercinta.

Om Galak diceritakan keluar masuk penjara karena jadi preman dan pernah bunuh orang. Ketika akhirnya dibebaskan dia memilih tinggal dengan sahabatnya yaitu Bang Jack (Dedy Mizwar) yg menuntunnya ke jalan kebaikan.

Kisah Om Galak beda lagi. Meski pernah jadi orang jahat, Om Galak sangat disayang kedua anaknya. Bahkan kedua anak perempuannya rebutan buat ngurus ayahnya itu karena keduanya berasal dari ibu yg berbeda.

Tokoh yang tak kalah menarik lainnya diperankan oleh Arswendy Bening sebagai Pak Nasib. Pak Nasib ini sukanya mengumpulkan harta bahkan dia bawa kemana mana karena takut hartanya hilang. Setiap hari dia hitung hartanya sehingga tak sempat ibadah. Pak Nasib diceritakan tak punya anak.

Ada juga tokoh yang bernama pak Tohir. Karakter Pak Tohir diperankan oleh Tohir Jokasmo. Ceritanya Pak Tohir ini adalah seorang pengemis. Dia dimanfaatkan anak kandungnya yang senantiasa menyuruh ayahnya cari uang dengan meminta minta. Bahkan anak perempuannya ini tega meminta ayahnya pinjam uang kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan dia bersama pacarnya.

Di kehidupan nyata, banyak juga anak yang memeras uang dan tenaga orang tuanya padahal mereka sudah lansia. Bahkan tak jarang orang tua dijadikan pembantu memgerjakan pekerjaan rumah atau jaga anak karena sayang kalau harus bayar ART.

Karakter lain yang menarik adalah Pak Amor. Diperankan Opie Kumis, Pak Amor dulunya adalah orang kaya. Namun hartanya dibawa kabur istrinya hingga Pak Amor jatuh miskin. Pak Amor ini nyebelin banget. Tipe lelaki malas kerja, gak mau ibadah kerjanya marah-marah. Udah miskin sombong pula. Banyak juga kan di dunia nyata model begini?

Kisah di PPT 15 dibumbui juga dengan cinta segitiga antara dua anak Om Galak yaitu Bulan dan Matahari dengan ustad Habib. Sang ustad sampai bingung harus milih siapa. Memang sih ciri khas PPT dari dulu tokoh yg terlibat asmara suka dibikin galau dengan dua pilihan sulit. Bikin gemesss yg nonton.

Sebetulnya yang paling bikin penasaran ending dari kisah Om Galak. Soalnya kedua istrinya itu ingin rujuk. Apakah Om Galak memilih ibunya Bulan (Salma Paramitha) atau ibunya Matahari (Dinda Kirana) ya?

Apalagi yang memainkan peran ibunya Matahari adalah Ira Wibowo dan yang menjadi ibunya Bulan yaitu Maudy Koesnaedi. Sungguh pilihan sulit bukan?

Apakah Om Galak akan poligami? Eh... di PPT ini juga sempat dikasih ilmu poligami dari tukang tambal ban sepeda motor yang punya istri tiga tapi pada rukun loh. Siapa tahu ada yang mau belajar juga. Makanya harus nonton sinetron ini dulu. He..he...!

HIngga artikel ini ditulis masih ada sisa 5 episode lagi sebelum berakhir. Kita tunggu aja deh. Yang jelas sinetron PPT ini banyak banget dakwahnya tapi tak terasa mendakwahi. Dikemas dengan sangat apik dan gak ngebosenin. Gak banyak sinetron yang mau mengangkat tema lansia. Pemainnya udah pada tua, tapi tetap enak dinikmati karena yang dimainkan adalah karakter tokohnya bukan jualan wajahnya.

Semoga Om Dedy Mizwar panjang umur ya biar kita masih bisa menikmati PPT jilid 16 dan seterusnya. Amiin.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seorang istri, ibu dua anak, guru paud, pebisnis rumahan yang suka nulis dan tinggal di Yogya. Yuk folow saya biar kita bisa kenalan.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Sidang P20 Wujudkan Langkah Konkret Atasi Krisis Pangan dengan Pembangunan Berkelanjutan

Image

Tragedi Kanjuruhan Nestapa Sepak Bola Indonesia

Image

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Rangkaian Kegiatan Berikut

Image

Peserta Enrekang Cross Country Diprediksi Capai 1000 Goweser

Image

Peluang Ekonomi Mikro Menggunakan Bahan Yang Tidak Terpakai

Image

MENCARI GORESAN INDAH DI ATAS KANVAS KEKALAHAN

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image