Dhea Oesman: Bermula dari Teater hingga Voice Over

Image
Maulida Fairuz Amalia
Sastra | Tuesday, 18 May 2021, 21:22 WIB
Dhea Oesman saat Pentas Perdana (PENA) tahun 2018. Membawakan dramatisasi puisi berjudul "Perjalanan Lain Menuju Bulan" karya Aan Mansyur (Dhea Oesman)

Voice Over atau yang biasa disebut VO akhir akhir ini ramai diperbincangkan oleh khalayak ramai, khususnya anak muda. Voice over merupakan teknik produksi dimana suara digunakan untuk radio, televisi, pembuatan film ataupun lainnya.

Salah satunya yaitu Dhea Rizky Vanya Oesman, yang merupakan mawapres (mahasiswa berprestasi) Fikom Unpad 2021. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Selain memiliki segudang prestasi di bidang akademiknya ia pun memiliki prestasi di non akademik. Aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus dan organisasi. Seperti yang saat ini ia tekuni yaitu bidang Teater dan Voice Over.

Dhea sapaan akrabnya saat di kampus. Ia merupakan salah satu mahasiswa prodi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad yang juga berkecimpung dengan dunia voice over. Bahkan ia memiliki akun Instagram pribadi bernama @suaradhea khusus berisi suara-suara rekaman dirinya yang digunakan sebagai portofolionya. Perempuan kelahiran Batam tahun 1999 ini mulai masuk ke dunia voice over sejak tahun 2019. Pada mulanya ia bekerja di Mangatoon salah satu aplikasi yang mirip seperti Wattpad, disana terdapat banyak novel sekaligus juga dengan audiobooknya. Disana ia membacakan audiobook-audiobook yang ada di aplikasi tersebut. Setelah berhenti kontrak ia berinisiatif untuk membuka usaha Freelancer Voice Over melalui akun instagramnya.

Berawal dari Teater

Rupanya sejak SMP Dhea telah mengikuti kegiatan teater di sekolahnya, dilanjutkan di SMA hingga beranjak memasuki dunia perkuliahan. Sejak menjadi mahasiswa baru Fikom ia tertarik dengan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) teater, hingga membuat ia bergabung dengan GSSTF (Gelanggang Seni Sastra Teater Film). Sejak saat itu mulai belajar banyak mengenai dunia teater. Ia selalu berusaha untuk mengikuti setiap garapan teater yang ada. Beberapa garapan teater diantaranya Dramatisasi puisi Perjalanan Menuju Bulan sebagai Kartika. Hingga akhirnya kini ini ia diamanahi sebagai Kepala Divisi Teater mungkin itu salah satu indikatornya kali ya sekarang aku ditunjuk sebagai kadiv ujarnya.

Pengalamannya di bidang voice over mungkin terbilang baru, namun ia sudah pernah mengisi voice over yang berbagai macam seperti mengisi iklan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), podcast, announcing radio hingga voice over untuk E-learning. Semua hal diatas tentunya dengan didapat dari latihan yang biasa ia lakukan. Sebelum olah vokal Dhea biasanya meminum air hangat terlebih dahulu tiga menit sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan senam wajah agar tidak kaku nantinya, lalu latihan artikulasi dan dilanjutkan dengan latihan diafragma yaitu suara yang berasal dari perut.

Tergabung dengan salah satu komunitas voice over membuatnya lebih tertarik lagi. Banyak hal yang ia dapatkan dari mencoba masuk ke ranah voice over, seperti menambah teman, pengalaman, sharing ilmu bersama. Nah di grup tuh tiap harinya suka ada banyak banget VN (voice note) yang mereka kirim, senang aja sih dengernya. Jadi penghias hari-hari, soalnya suara mereka enak banget didengar ujarnya.

Lalu bagaimana perkembangan Voice Over kedepannya?

Menurut aku semenjak ada Covid-19 2020 atau tahun sebelumnya 2019 jumlah anak muda yang terjun ke dunia voice over itu rame banget, banyak banget yang terjun. Followers Instagram pun kebanyakan orang-orang yang sama sama bergelut di voice over ujar Dhea.

Sekarang tuh udah banyak banget, udah keliatan banget kalo emang banyak orang yang tertarik ke dunia voice over berarti kebutuhan nya tinggi kan. Tapi kebutuhan dunia voice over yang menurut aku adalah seperti iklan voice over untuk youtube, sedangkan untuk yang dubbing itu cenderung masih berpihak ke dubber-dubber atau pengisi suara yang senior lanjut Dhea.

Menilik dari pasar voice over kedepannya maka perlu adanya personal branding Menurutnya hal ini sangat penting untuk menunjang ia kedepannya. Salah satunya yaitu dengan membuat akun instagram khusus sebagai portofolionya. Melalui sosial media orang akan dengan mudah mencari dan mendapatkan kita. Orang pun akan tahu apa yang kita bisa dan kita suka.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Seutas Mimpi Jika Pandemi Pergi

Image

Lomba Membuat Komik: PAHLAWAN ANTICOVID ADALAH KITA

Image

Andai Pandemi Pergi, Tetap Jaga Kondisi Ini

Image

Andai Pandemi Pergi: Sebuah Nilai Paradoks

Image

Kuatkan Peran Perempuan, Yenny Wahid dan Kustini Sepakat Kembangkan Desa Damai

Image

Efektifkah Pembelajaran Daring di Masa Pandemi?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image