Rahasia Beramal di Malam Qadar
Eduaksi | 2022-04-16 11:12:53
Malam qadar pernah menjadi kerinduan Nabi Musa. Sebab beramal di dalamnya akan melebihi amalan 1000 bulan. Belum lagi doa malaikat di dalamnya.
Nabi Muhammad saw juga mengisyaratkan besarnya fadilah malam Qadar.
Malam qadar bukan hanya terkait turunnya Alquran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah.
Malam qadar juga menjadi malam putusan semua takdir baik dan buruk dalam satu tahun ke depan. Malam saat Allah Menetapkan KadarNya bagi setiap makhluk dan peristiwa.
Dalam surat Addukhan ayat 3 sd 4. Jelas tersebut bahwa malam qadar adalah malam penuh berkah, dan malam padanya setiap perkara dirincikan secara detil dan bijaksana.
Surat awal Addukhan ini sekaligus menegaskan bahwa malam gadar itu tetap ada, begitupun dengan isyarat dari beberapa hadis Nabi.
Cara terbaik yang sering diingatkan para guru kita adalah dengan menjaga amalan sejak awal ramadan. Sembari memaksimalkan amalan di akhir ramadan. Kita juga tidak pernah tahu kepada siapa malam qadar itu jatuh.
Namun kita bisa merasakan "berkahnya berupa bertambahnya kesalihan setelah ramadan.
Cara terbaik lain yang dianjurkan adalah dengan beri'tikaf pada sepuluh terakhir ramadan. Dengan beri'tikaf kita lebih fokus dalam ibadah dan memudahkan kita dalam menjaga rangkaian amalan.
Selebihnya, kita bisa bersiaga" pada malam itu di rumah dengan munajat, menjaga wudhu, tilawah quran, salat taubat dan sebagainya.
Secara waktu malam Qadar berlaku sejak masuknya malam/isya hingga terbit fajar/subuh.
Semoga Allah Menetapkan kebaikan kepada kita pada malam qadar itu, kebaikan yang menuntun kita husnul khatimah dan mendapat RahmatNya.
Aamiin yaa Rabbal aalamiin.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
