Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hari Purwaka Setyawan

Bulan Ramadhan, Bulan Recovery

Agama | Thursday, 07 Apr 2022, 08:40 WIB

Sebagai seorang muslim, tentunya kita bersyukur dan bahagia dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim, karena di bulan ini terdapat banyak keutamaan yang Allah janjikan kepada hambanya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda yang artinya “Seandainya umatku mengetahui keutamaan di bulan Ramadhan, maka sungguh mereka akan berharap setahun penuh Ramadhan”. Terlepas dari beberapa sumber yang menyatakan hadits tersebut dhaif, tentunya tidak mengurangi rasa syukur dan bahagia kita sebagai seorang muslim dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ada beberapa keutamaan yang hanya dimiliki di bulan Ramadhan, diantaranya bulan diturunkannya Al Qur’an dan bulan dikabulkannya doa. Di bulan suci Ramadhan juga terdapat satu malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan yang setiap muslim akan berusaha untuk mendapatkannya, yaitu malam lailatul qodar. Di bulan ini, secara naluriah sebagai manusia, umat muslim akan memperbanyak ibadah supaya mendapatkan keutamaan yang ada di bulan Ramadhan, selain tentunya sebagai bentuk rasa syukur telah dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan diwajibkan bagi setiap muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Begitu mulianya ibadah puasa, sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”. Berdasarkan hadits tersebut, pahala ibadah puasa Ramadhan tidak terhingga, dikarenakan Allah sendiri yang akan membalasnya.

Bulan Ramadhan, yang hanya ada sekali dalam setahun bisa juga menjadi waktu yang tepat bagi umat muslim untuk melakukan recovery (pemulihan) setelah melewati sebelas bulan dengan segala aktivitas yang dijalani. Di bulan Ramadhan umat muslim menjalankan ibadah puasa yang bermanfaat bagi beberapa organ tubuh istirahat, terutama organ pencernaan. Hal ini akan bermanfaat bagi tubuh manusia secara keselurahan untuk tetap terjaganya kondisi fisik tetap sehat.

Bulan Ramadhan disebut juga dengan bulan Al Qur’an. Pada bulan ini umat muslim akan banyak meluangkan waktu untuk memperbanyak tadarus Al Qur’an. Membaca Al Qur’an dapat menjadi jalan bagi seorang muslim untuk menemukan ketenangan hati pikiran. Melalui kegiatan tadarus Al Qur’an, kita sebagai seorang muslim melakukan recovery hati dan pikiran yang selama sebelas bulan sebelum Ramadhan penuh dengan aktivitas dan kegiatan yang menguras energi dan pikiran kita.

Satu keistimewaan lainnya yang hanya ada di bulan Ramadhan adalah sholat tarawih. Sholat tarawih merupakan salah satu sholat malam (qiyamul lail) yang hanya ada di bulan Ramadhan. Salah satu keutamaan melakukan sholat tarawih di bulan Ramadhan adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu sebagaimana dalam riwayat sebuah hadits Rasulullah SAW. bersabda yang artinya “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim). Adanya sholat tarawih yang hanya khusus di bulan Ramadhan pada hakikatnya akan menambah jumlah rakaat sholat yang dikerjakan setiap hari. Bertambahnya jumlah rakaat sholat ini tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik lahir maupun batin. Dari beberapa sumber disebutkan salah satu manfaat gerakan sholat adalah meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Demikian ringkasan singkat tentang bulan Ramadhan yang merupakan bulan mulia bagi umat muslim. Semoga kita sebagai seorang muslim dapat mengisi bulan Ramadhan ini dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. Begitu banyak pahala yang Allah janjikan atas setiap perbuatan baik dan ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramdhan dapat menjadi sarana untuk memulihkan diri baik lahir maupun batin setelah melewati sebelas bulan yang penuh dengan aktivitas dan kesibukan. Ibadah di bulan Ramadhan juga diharapkan menjadi pelajaran dan bekal untuk menjalani sebelas bulan berikutnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image