Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Vyona Dewi Putri

Yamete Kudasai Artinya Adalah? Pelajari Juga Penggunaannya!

Eduaksi | 2022-03-20 10:38:38

Pengguna sosial media sepertinya tidak asing ketika mendengar kata yamete kudasai karena menjadi sebuah lagu yang diplesetkan menggunakan kata tersebut. Menggunakan lirik yamete kudasai yang mudah diucapkan orang Indonesia menjadi ketertarikannya, sehingga banyak yang mencari asal kalimat tersebut. Nah bagi yang masih awam ketika mendengarnya, yamete kudasai artinya adalah tolong berhenti.

Contoh pertanyaan: Apa artinya yamete kudasai senpai

Pengertian Yamete Kudasai dari Segi Tata Bahasa

Sebenarnya telah disampaikan sebelumnya bahwa secara sederhana dan ringkas yamete kudasai artinya adalah tolong hentikan. Biasanya penggunaannya ditunjukkan bagi orang yang melakukan aktivitas mengganggu orang lain, sehingga perlu diperingatkan. Contoh kegiatan tersebut misalnya adalah bertengkar di tempat umum, saling mencaci maki, atau aktivitas lainnya yang mengganggu.

Penggunaan yamete kudasai juga termasuk dalam kata yang sopan, sehingga akan lebih baik digunakan pada orang yang tidak dikenal. Perlu diketahui juga bahwa bahasa Jepang memiliki banyak kasta dan tingkatan, serta kombinasi kata menjadi kalimat seringkali berbeda. Pada yamete kudasai sendiri jika dipisahkan menjadi kata berhenti dan memohon sesuatu untuk dilakukan juga berbeda.

Nah penggunaan yamete kudasai juga dengan nada sedang hingga tinggi tergantung situasinya. Pada situasi seperti yang telah disebutkan pada contoh, penggunAan biasanya tinggi dengan ekspresi marah untuk dapat melerai kekacauan yang ada. Sebagai tambahan informasi, perlu diketahui bahwa kata kerja dalam bahasa Jepang terdiri dari 3 golongan yaitu Godan, Ichidan, dan Fukisoku yang berurutan.

Pertama ada golongan 1 atau yang disebut dengan Godan Doushi dengan kata kerja yang memiliki akhiran huruf hidup atau vokal. Kemudian ada Ichidan Doushi sebagai golongan 2 yang memiliki ciri-ciri kata kerjanya berakhiran huruf eru dan iru. Terakhir yaitu Fukisoku Doshi atau dikenal sebagai golongan 3 dengan konjungsi kata kuru dan akhirannya memuat kata suru.

Untuk informasi tentang investasi dan keuangan, anda bisa mengunjungi website bukurekening.com. Website ini memiliki bermacam informasi terbaru dan penjelasan secara lengkap.

Penggunaan Yamete Kudasai Di Jepang dan Contoh Kalimatnya

Setelah mengetahui panjang lebar mengenai pengertian yamete kudasai, cara membacanya, nada, serta sedikit ilmu mengenai bahasa Jepang. Kini beralih ke selanjutnya yaitu penggunaan yamete kudasai di Jepang dan beberapa contoh kalimatnya untuk dikatakan. Mungkin hal ini dapat menjadi bermanfaat ketika sedang berjalan-jalan atau menempuh studi lanjut di Jepang.

Penggunaan yamete kudasai biasanya memiliki tambahan kata lain seperti subjek atau orang hingga aktivitas yang ingin dihentikan. Misalnya sebutan bagi orang dituju dapat memakai nama bersangkutan atau Senpai yang berarti senior ke orang lebih tua. Kemudian contoh lainnya menggunakan kata tambahan seperti Mou yamete kudasai yang berarti "Sudah, tolong berhenti".

Menambahkan kata tertentu untuk menghentikan aktivitas yang terjadi misalnya kenka o yamete kudasai berarti "Tolong berhenti bertengkar". Selain itu, ada beberapa penggunaan yamete kudasai yang dapat digunakan tergantung status lawan bicaranya. Pada orang asing yang bahkan mungkin tidak dikenal dan untuk menunjukkan rasa sopan dapat menggunakan yamete kudasai.

Selain itu, pada orang dengan status teman namun berhubungan pada kegiatan formal seperti rekan kerja biasanya memakai yamete kudasai yo. Terakhir adalah penggunaan yamete ketika ingin menghentikan orang lain yang statusnya adalah teman dekat dan mengenalnya dengan baik.

Itulah beberapa informasi yang cukup menarik mengenai yamete kudasai yang bahkan banyak orang mulai mencari kalimat tersebut. Akan tetapi, ketika sedang mengunjungi negara asalnya yaitu Jepang, penggunaan yamete kudasai harus diperhatikan. Bukan berarti setelah membaca yamete kudasai artinya adalah "Tolong berhenti" itu dapat digunakan ketika sedang apapun dan dimana saja.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image