Jago Jualan, Tapi Gagap Bicara: Pentingnya Public Speaking dalam Digital Marketing
Bisnis | 2026-10-16 15:28:35Penulis: Andika Claudius B
Institusi: Universitas Pamulang
Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan memasarkan produk dan berkomunikasi dengan pelanggan. Pemasaran digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan penjualan, membangun merek, serta memperluas jangkauan pasar. Namun, kemampuan menggunakan media digital dan memahami strategi pemasaran saja belum tentu cukup untuk mencapai keberhasilan. Kemampuan public speaking juga memiliki peran penting, terutama dalam menyampaikan informasi produk, membangun kepercayaan pelanggan, dan mempengaruhi keputusan pembelian. Artikel ini membahas pentingnya berbicara di depan umum dalam pemasaran digital, tantangan yang dihadapi oleh pelaku pemasaran, serta strategi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi agar kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif.
Kata kunci: Public speaking, pemasaran digital, komunikasi pemasaran, penjualan, kepercayaan pelanggan.
1. Pendahuluan
Di era digital saat ini, kemampuan menjual produk menjadi salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan dalam dunia bisnis. Pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai platform digital, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan marketplace untuk mempromosikan produk kepada calon pelanggan. Melalui platform tersebut, pemasaran dapat dilakukan dengan lebih luas, cepat, dan fleksibel.
Namun, keberhasilan dalam pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kemampuan membuat konten yang menarik atau menjalankan strategi promosi. Kemampuan berkomunikasi juga menjadi faktor penting yang sering kali kurang diperhatikan. Seseorang mungkin memahami karakteristik produk, mengetahui target pasar, bahkan mampu menyusun strategi penjualan yang baik. Akan tetapi, ketika harus menjelaskan produk secara langsung melalui video, melakukan siaran langsung, atau mengungkapkan ide kepada calon pelanggan, orang tersebut justru mengalami kesulitan berbicara.
Fenomena ini menggambarkan kondisi seseorang yang jago dalam menjual produk, namun belum percaya diri ketika harus menyampaikan pesan secara lisan. Padahal, dalam dunia digital marketing, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga membangun hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan meyakinkan pelanggan.
Oleh karena itu, public speaking perlu dipahami sebagai salah satu keterampilan pendukung yang penting dalam digital marketing. Kemampuan berbicara dengan jelas, terstruktur, dan meyakinkan dapat membantu pelaku pemasaran menyampaikan nilai produk secara lebih efektif serta meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan.
2. Pengertian Public Speaking dan Pemasaran Digital
2.1 Berbicara di Depan Umum
Public speaking adalah kemampuan menyampaikan informasi, gagasan, pendapat, atau pesan kepada audiens secara lisan dengan tujuan tertentu. Tujuan tersebut dapat berupa memberikan informasi, mengedukasi, menghibur, mempengaruhi, atau meyakinkan orang lain.
Dalam praktiknya, public speaking tidak selalu dilakukan di atas panggung atau di hadapan banyak orang. Aktivitas seperti presentasi produk kepada calon pelanggan, menjelaskan keunggulan layanan melalui video, melakukan live streaming, dan memimpin presentasi bisnis juga membutuhkan keterampilan public speaking.
Kemampuan ini mencakup beberapa aspek, seperti penguasaan materi, pemilihan kata, intonasi suara, bahasa tubuh, kontak mata, serta kemampuan menyesuaikan cara berbicara dengan karakteristik audiens.
2.2 Pemasaran Digital
Pemasaran digital merupakan kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk memperkenalkan produk, calon menjangkau pelanggan, membangun hubungan dengan konsumen, serta mendorong penjualan.
Beberapa bentuk pemasaran digital yang umum digunakan antara lain pemasaran melalui media sosial, pemasaran konten, optimasi mesin pencari, pemasaran melalui email, iklan digital, dan kerja sama dengan pembuat konten.
Dalam penerapannya, pemasaran digital membutuhkan kombinasi antara strategi, kreativitas, pemahaman konsumen, dan komunikasi yang efektif. Pesan pemasaran yang baik perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.
3. Mengapa Public Speaking Penting dalam Pemasaran Digital?
3.1 Membantu Menjelaskan Keunggulan Produk
Dalam pemasaran, pelanggan tidak selalu membeli produk hanya karena melihat gambar atau membaca deskripsi. Mereka juga membutuhkan penjelasan mengenai manfaat, kualitas, cara penggunaan, dan alasan produk tersebut layak dipilih.
Public speaking membantu pelaku pemasaran menjelaskan keunggulan produk secara lebih jelas dan meyakinkan. Misalnya, seorang penjual produk perawatan kulit tidak cukup hanya menyebutkan nama dan harga produk. Ia juga perlu menjelaskan fungsi produk, cara penggunaan, serta informasi lain yang relevan secara akurat dan mudah dipahami.
Penjelasan yang terstruktur dapat membantu calon pelanggan memahami manfaat produk dan mempertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
3.2 Membangun Kepercayaan Pelanggan
Kepercayaan merupakan salah satu unsur penting dalam hubungan antara penjual dan pembeli. Dalam pemasaran digital, pelanggan sering kali tidak dapat melihat atau mencoba produk secara langsung sebelum melakukan pembelian.
Oleh karena itu, cara penjual menyampaikan informasi dapat mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap produk maupun merek yang ditawarkan. Penyampaian yang jelas, jujur, dan konsisten dapat membantu membangun kesan profesional.
Sebaliknya, penjelasan yang membingungkan atau klaim yang berlebihan dapat menimbulkan keraguan. Public speaking yang baik bukan berarti berbicara dengan kata-kata yang rumit, melainkan mampu menjelaskan informasi secara sederhana tanpa menghilangkan unsur kebenarannya.
3.3 Meningkatkan Efektivitas Konten Video
Konten video menjadi salah satu format yang digunakan dalam pemasaran digital karena memungkinkan informasi disampaikan melalui suara, ekspresi, gambar, dan pemaknaan produk.
Dalam video promosi, kemampuan berbicara dapat membantu menarik perhatian audiens sejak awal. Pembukaan yang relevan, penjelasan yang runtut, dan penutup yang jelas dapat membuat pesan pemasaran lebih mudah diikuti.
Sebagai contoh, daripada hanya mengatakan, “Produk ini sangat bagus dan wajib dibeli,” seorang pemasar dapat menjelaskan masalah yang dihadapi pelanggan, menunjukkan bagaimana produk digunakan, dan menyampaikan manfaat yang benar-benar dapat diberikan produk tersebut.
Dengan demikian, konten tidak hanya berisi ajakan membeli, tetapi juga memberikan informasi yang berguna bagi audiens.
3.4 Mendukung Kegiatan Live Selling
Liveselling merupakan aktivitas penjualan melalui siaran langsung di platform digital. Dalam kegiatan ini, penjual perlu menjelaskan produk secara spontan, menjawab pertanyaan audiens, menanggapi komentar, dan menjaga interaksi selama siaran berlangsung.
Situasi tersebut memerlukan kemampuan berbicara yang baik karena penjual tidak selalu dapat mengandalkan naskah yang telah disiapkan sebelumnya.
Penjual yang mampu berbicara secara natural dan responsif akan lebih mudah menjelaskan informasi produk serta menjawab pertanyaan calon pembeli. Meski begitu, keberhasilan liveselling juga dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, pelayanan, strategi promosi, dan karakteristik audiens.
3,5 Memperkuat Personal Branding
Dalam dunia pemasaran digital, personal branding dapat membantu seseorang membangun identitas dan reputasi profesional. Hal ini berlaku bagi pemilik usaha, tenaga pemasaran, pencipta konten, maupun individu yang menawarkan jasa.
Kemampuan berbicara dapat membantu seseorang menunjukkan pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandangnya kepada audiens. Ketika seseorang mampu menjelaskan suatu topik dengan jelas dan konsisten, audiens akan lebih mudah memahami nilai yang ditawarkannya.
Public speaking yang baik juga dapat mendukung kegiatan networking, presentasi bisnis, kerja sama dengan mitra, dan komunikasi dengan klien.
4. Fenomena Jago Jualan, tetapi Gagap Berbicara
Istilah “jago jualan, tetapi gagap berbicara” dalam artikel ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan menjual, tetapi merasa kurang percaya diri ketika harus berkomunikasi secara lisan. Istilah tersebut tidak berarti orang yang bersangkutan mengalami gangguan bicara secara klinis.
Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Pertama, seseorang mungkin lebih terbiasa melakukan penjualan melalui teks pesan daripada berbicara secara langsung. Kedua, rasa takut melakukan kesalahan dapat membuat seseorang kesulitan menyusun kalimat ketika berada di depan kamera atau audiens. Ketiga, kurangnya latihan dapat menyebabkan seseorang tidak terbiasa menjelaskan produk secara spontan.
Selain itu, ada pula yang menganggap bahwa selama produk memiliki kualitas yang baik, kemampuan berbicara tidak terlalu dibutuhkan. Padahal, kualitas produk dan kemampuan komunikasi memiliki fungsi yang berbeda-beda. Produk yang berkualitas memberikan nilai kepada pelanggan, sedangkan komunikasi membantu pelanggan memahami nilai tersebut.
Meskipun demikian, tidak semua pelaku pemasaran digital harus menjadi pembicara yang sangat ekspresif. Setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda. Seseorang yang diam pun dapat menjadi pemasar yang efektif selama mampu menyampaikan informasi dengan jelas, memahami kebutuhan pelanggan, dan membangun komunikasi yang baik.
Yang terpenting bukanlah berbicara sebanyak mungkin, melainkan memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens.
5. Strategi Meningkatkan Public Speaking untuk Pemasaran Digital
5.1 Memahami Produk Sebelum Berbicara
Penguasaan materi merupakan dasar dari komunikasi yang baik. Sebelum membuat video promosi atau melakukan penjualan langsung, pemasar perlu memahami fungsi produk, manfaat, keunggulan, harga, cara penggunaan, dan pertanyaan yang mungkin disampaikan pelanggan.
Dengan memahami produk secara menyeluruh, seseorang akan lebih mudah menyusun penjelasan dan menjawab pertanyaan tanpa terlalu bergantung pada naskah.
5.2 Menggunakan Struktur Komunikasi yang Sederhana
Salah satu cara mengatasi kesulitan berbicara adalah menggunakan struktur koordinasi yang jelas. Dalam pemasaran produk, struktur sederhana dapat terdiri atas tiga bagian:
- Pembukaan: Menyampaikan masalah atau kebutuhan yang relevan dengan audiens.
- Isi: Menjelaskan solusi, manfaat, cara penggunaan, atau keunggulan produk.
- Penutup: Memberikan rangkuman dan ajakan yang sesuai, misalnya mengunjungi halaman produk atau menghubungi penjual.
Struktur ini membantu pembicara tetap fokus dan mengurangi kemungkinan kehilangan arah ketika menyampaikan informasi.
5.3 Berlatih Berbicara di Depan Kamera
Latihan secara rutin dapat membantu meningkatkan kelancaran dan kepercayaan diri. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah merekam video berdurasi satu hingga dua menit tentang suatu produk.
Setelah merekam, pembicara dapat menampilkan kejelasan suara, kecepatan berbicara, ekspresi, penggunaan kata pengisi, dan urutan penjelasan. Latihan tersebut dapat dilakukan berulang kali sampai terasa lebih natural.
Kesalahan ketika berlatih sebaiknya dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti mencoba.
5.4 Menggunakan Bahasa yang Alami
Komunikasi pemasaran tidak harus menggunakan bahasa yang kaku atau terlalu formal. Bahasa yang sesuai dengan karakteristik pasar sasaran dapat membuat pesan terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
Misalnya, penjual dapat menggunakan bahasa percakapan yang sopan ketika mempromosikan produk kepada konsumen di media sosial. Namun, penggunaan bahasa sehari-hari tetap harus disesuaikan dengan konteks, karakter merek, dan jenis produk yang ditawarkan.
5.5 Mempelajari Teknik Mendongeng
Storytelling merupakan teknik menyampaikan pesan melalui cerita yang relevan. Dalam pemasaran digital, cerita dapat digunakan untuk menggambarkan masalah pelanggan, pengalaman menggunakan produk, atau proses terciptanya suatu produk.
Cerita yang relevan dapat membuat informasi menjadi lebih menarik dan mudah diingat. Namun, cerita yang digunakan dalam promosi harus tetap jujur dan tidak boleh dibuat seolah-olah merupakan pengalaman nyata jika sebenarnya tidak pernah terjadi.
5.6 Memahami Audiens dan Melatih Interaksi
Public speaking yang efektif tidak hanya fokus pada pembicara, tetapi juga pada audiens. Pemasar perlu memahami kebutuhan, pertanyaan, dan karakteristik calon pelanggan.
Dalam praktiknya, kemampuan mendengarkan sama pentingnya dengan kemampuan berbicara. Penjual yang mampu memahami pertanyaan pelanggan akan lebih mudah memberikan jawaban yang relevan daripada sekadar mengulang-ulang promosi.
Dengan latihan yang konsisten, kemampuan menjelaskan produk, menjawab pertanyaan, dan membangun hubungan dengan audiens dapat berkembang secara bertahap.
6. Hubungan Public Speaking dengan Keberhasilan Digital Marketing
Public speaking dan digital marketing memiliki hubungan yang saling mendukung. Pemasaran digital menyediakan media dan strategi untuk menjangkau audiens, sedangkan public speaking membantu menyampaikan pesan melalui komunikasi lisan yang efektif.
Keduanya dapat digunakan secara bersamaan dalam berbagai aktivitas, seperti presentasi produk, video pemasaran, siaran langsung, webinar, dan pertemuan dengan calon klien.
Namun, penting untuk dipahami bahwa kemampuan berbicara bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan pemasaran. Hasil pemasaran digital juga dipengaruhi oleh kualitas produk, penetapan harga, pemilihan target pasar, kualitas konten, layanan pelanggan, dan efektivitas strategi distribusi.
Oleh karena itu, public speaking sebaiknya dipandang sebagai salah satu kompetensi yang memperkuat strategi pemasaran secara keseluruhan. Ketika kemampuan komunikasi dipadukan dengan pemahaman pasar dan pengelolaan pemasaran yang baik, peluang untuk membangun hubungan yang positif dengan pelanggan dapat meningkat.
7. Kesimpulan
Kemampuan menjual produk merupakan keterampilan yang penting dalam dunia bisnis, tetapi kemampuan tersebut perlu didukung oleh komunikasi yang efektif. Dalam digital marketing, public speaking berperan dalam menjelaskan manfaat produk, membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan kualitas konten video, mendukung liveselling, serta memperkuat personal branding.
Fenomena seseorang yang jago menjual tetapi kurang percaya diri ketika berbicara bahwa kemampuan pemasaran dan kemampuan komunikasi tidak selalu berkembang secara bersamaan. Oleh karena itu, latihan berbicara, penguasaan materi, penggunaan bahasa yang natural, teknik storytelling, dan pemahaman terhadap audiens perlu menjadi bagian dari pengembangan keterampilan seorang pemasar.
Pada akhirnya, public speaking bukan semata-mata tentang keberanian berbicara di depan banyak orang, melainkan tentang kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, tepat, dan meyakinkan. Dengan keterampilan tersebut, pelaku pemasaran digital dapat mengembangkan komunikasi yang lebih efektif dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada calon pelanggan.
Seseorang mungkin sudah pandai menjual produk, tetapi ketika ia mampu menjelaskan nilai produknya dengan baik, ia memiliki bekal tambahan untuk membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Daftar Pustaka
Belch, GE, & Belch, MA (2021). Periklanan dan Promosi: Perspektif Komunikasi Pemasaran Terpadu (edisi ke-12). McGraw Hill.
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2022). Pemasaran Digital (edisi ke-8). Pearson.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Pemasaran 5.0: Teknologi untuk Kemanusiaan. Wiley.
Lucas, SE (2020). Seni Berbicara di Depan Umum (edisi ke-13). McGraw Hill.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
