Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rafy Firdaus

SDGS 2 Tanpa Kelaparan

Guru Menulis | 2026-09-24 18:27:47

Mahasiswa PK UNY menata dan mengikat tumpukan ompreng di teras depan SMK Negeri 7 Yogyakarta.

Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa sisi. Dari sisi pelayanan, tumpukan ompreng menjadi lebih rapi, terhitung, dan siap dikelola lebih lanjut. Dari sisi pencatatan, alur makanan yang datang terdokumentasi pada lembar kontrol sehingga dapat ditelusuri. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya disiplin waktu, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab dalam layanan yang menyangkut kebutuhan dasar banyak orang. Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, serta memberi dukungan tidak langsung bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena peserta didik yang tercukupi gizinya berada dalam kondisi yang lebih baik untuk belajar.

Kegiatan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis di SMK Negeri 7 Yogyakarta menjadi bukti bahwa upaya mewujudkan dunia tanpa kelaparan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari tindakan yang nyata. Ke depan, Mahasiswa PK UNY berharap dukungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan, misalnya melalui edukasi gizi seimbang bagi peserta didik serta ajakan untuk menghabiskan makanan agar sisa makanan berkurang. Dengan sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan penyelenggara program, SMK Negeri 7 Yogyakarta diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang sehat, peduli, dan turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Mahasiswa PK UNY mengikat tumpukan ompreng dengan tali rafia agar tertata rapi dan mudah dihitung.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, makanan yang datang ke sekolah dicatat pada Lembar Kontrol Makanan yang dikelola petugas sekolah. Kedua, setelah makanan dikonsumsi, ompreng dikumpulkan di area teras depan gedung sekolah. Ketiga, Mahasiswa PK UNY yang mengenakan almamater dan tanda pengenal PK membantu memilah serta menumpuk ompreng dalam jumlah yang seragam. Keempat, setiap tumpukan diikat silang dengan tali rafia merah agar posisinya stabil, tidak mudah roboh, mudah diangkat, dan mudah dihitung oleh petugas. Pada dokumentasi tampak sebagian ompreng masih memiliki sisa makanan, sehingga penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan area dan kehati-hatian dalam bekerja. Seluruh proses berlangsung dengan dukungan petugas dan tenaga kependidikan sekolah, sehingga kegiatan ini menjadi kerja bersama, bukan kerja satu pihak saja.

Kegiatan ini bertumpu pada satu gagasan sederhana:

“Makanan bergizi baru bermakna bagi upaya menghapus kelaparan apabila sampai kepada penerima dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang layak.”

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image