Mengapa Sebagian Laporan Audit tidak Dapat Ditemukan di Hacken?
Bisnis | 2026-09-03 16:13:20Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pengguna melakukan pengecekan terhadap laporan Proof of Reserves (PoR) maupun laporan audit keamanan platform exchange terpusat melalui portal resmi Hacken. Ketika laporan yang dicari tidak ditemukan, sebagian pengguna menganggap bahwa platform tersebut tidak pernah diaudit atau meragukan validitas laporan audit yang dipublikasikan. Namun, perlu dipahami bahwa ketiadaan suatu laporan di situs resmi penyedia layanan audit pihak ketiga tidak serta-merta membuktikan bahwa audit tersebut tidak pernah dilakukan.
Hacken adalah penyedia layanan keamanan independen berbasis komersial. Database publik yang dimilikinya bukan merupakan “database arsip audit global” yang mencatat seluruh laporan audit di industri. Setiap proyek yang tercantum di situs resmi Hacken biasanya harus memenuhi beberapa ketentuan, antara lain: proyek tersebut menggunakan layanan audit atau verifikasi dari Hacken, proses pemeriksaan telah selesai, serta terdapat persetujuan antara Hacken dan klien untuk membuka laporan tersebut kepada publik. Dengan demikian, tidak ditemukannya suatu laporan pada situs Hacken tidak dapat langsung diartikan bahwa proyek tersebut belum pernah diaudit. Proyek yang menggunakan auditor lain, tidak menunjuk Hacken, atau memiliki pembatasan publikasi berdasarkan perjanjian kerahasiaan (NDA), memang tidak akan tercantum dalam database publik Hacken.
Status publikasi suatu laporan audit tidak hanya berkaitan dengan transparansi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan informasi dan kerahasiaan komersial. Laporan audit lengkap dapat mencakup detail sensitif seperti mekanisme pengelolaan wallet, konfigurasi hak akses, struktur sistem, identifikasi risiko, serta proses mitigasi yang telah dilakukan. Jika informasi tersebut dibuka tanpa batasan yang memadai, publikasi tersebut justru berpotensi memberikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menemukan celah keamanan. Karena alasan tersebut, beberapa platform exchange memilih menyediakan ringkasan audit, bukti berbasis Merkle Tree, maupun fitur verifikasi aset secara mandiri melalui pusat keamanan internal bagi pengguna yang telah terautentikasi. Sementara dokumen audit secara menyeluruh dan materi pemeriksaan internal tidak selalu tersedia secara terbuka di platform pihak ketiga.
Dari aturan pengungkapan yang diterbitkan oleh HackenProof, terlihat bahwa dalam skenario pengungkapan kerentanan keamanan, peneliti wajib menjaga kerahasiaan informasi proyek dan temuan celah keamanan sebelum memperoleh persetujuan publikasi. Sebuah laporan tetap berada dalam status privat hingga tim terkait secara resmi menetapkan statusnya menjadi “Public”. Proses publikasi, penyuntingan isi laporan, maupun keputusan untuk tidak mengungkapkan laporan harus melalui kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, perlu dipahami bahwa “laporan telah dibuat” tidak selalu berarti “laporan tersebut dapat ditemukan secara terbuka oleh publik”. Meski demikian, mekanisme pengungkapan pada HackenProof tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh layanan audit keamanan maupun Proof of Reserves (PoR) yang disediakan oleh Hacken menerapkan prosedur publikasi yang identik.
Oleh karena itu, publik tidak seharusnya menyamakan kondisi “laporan tidak ditemukan di situs resmi” dengan kesimpulan bahwa “laporan tersebut tidak pernah ada”. Di sisi lain, keberadaan satu dokumen yang dipublikasikan oleh sebuah platform juga tidak secara otomatis membuktikan bahwa proses audit tersebut sah dan dapat diandalkan. Pendekatan verifikasi yang lebih komprehensif adalah dengan meninjau elemen-elemen penting dalam laporan, termasuk identitas lembaga audit, entitas yang menjadi objek pemeriksaan, ruang lingkup audit, tanggal penyelesaian, nomor referensi laporan, tanda tangan digital, serta verifikasi hash file. Platform juga sebaiknya memberikan penjelasan mengenai alasan suatu laporan tidak tersedia untuk publik. Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat melakukan konfirmasi langsung melalui kanal resmi lembaga audit terkait untuk memastikan keabsahan hubungan kerja sama dan proses audit yang dilakukan.
Bagi platform perdagangan aset digital, penerapan prinsip kerahasiaan informasi merupakan hal yang wajar dan memiliki dasar yang kuat. Namun, aspek kerahasiaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari transparansi dan proses verifikasi. Walaupun rincian teknis secara penuh mungkin tidak dapat dibuka kepada publik karena pertimbangan keamanan, platform tetap perlu menyediakan kesimpulan audit yang telah disesuaikan dengan menghilangkan informasi sensitif, mekanisme verifikasi, serta data audit yang dapat diverifikasi secara independen. Dengan menciptakan keseimbangan yang terukur antara perlindungan keamanan informasi dan kebutuhan transparansi publik, laporan audit dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai instrumen untuk membangun kepercayaan pengguna.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
