Pikiran Lagi Penuh, Perut Ikut Demo?
Gaya Hidup | 2026-09-02 13:14:19Pernah enggak, saat lagi banyak pikiran, tugas lagi numpuk, atau lagi menghadapi situasi yang bikin tegang, tiba-tiba perut terasa nggak nyaman? Dada rasanya panas, mual, atau seperti ada rasa asam naik ke tenggorokan. Banyak orang mungkin langsung pikir, “Wah, asam lambungku kambuh.” Tapi, sebenarnya apa hubungannya dengan stres?
Ternyata, kondisi pikiran dan sistem pencernaan memang saling berkaitan. Stres tidak selalu jadi penyebab langsung penyakit asam lambung, tapi bisa membuat gejala refluks asam terasa lebih berat pada sebagian orang.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan merespons hal itu. Sistem saraf dan hormon bekerja untuk menyiapkan tubuh menghadapi situasi menekan. Dalam kondisi tertentu, respons pada tubuh dapat mepengaruhi fungsi saluran pencernaan dan membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman dari lambung.
Terkadang pula, stres sering datang bersamaan dengan kebiasaan kurang baik. Saat pikiran banyak, seseorang bisa lupa makan, makan terlalu cepat, tidur lebih larut, atau minum makanan dan minuman sembarangan. Padahal, pola hidup tidak teratur dapat memperburuk keadaan tubuh dan keluhan asam lambung.Hubungannya bahkan bisa menjadi seperti lingkaran setan. Stres dapat membuat gejala asam lambung semakin mengganggu. Sebaliknya, gejala yang muncul berulang dapat membuat seseorang semakin khawatir dan stres. Akhirnya, bukannya membaik, keduanya justru bisa saling memperburuk.
Karena itu, menjaga kesehatan lambung bukan hanya soal menghindari makanan tertentu atau makan tepat waktu. Mengelola stres juga harus. Beri waktu untuk beristirahat, jaga jadwal makan tetap teratur, cukup tidur, lakukan aktivitas fisik, dan cari cara sehat untuk mengatasi tekanan; semua ini dapat membantu tubuh tetap baik.
Namun, bukan berarti setiap kali stres seseorang pasti mengalami penyakit asam lambung. GERD atau penyakit refluks gastroesofagus punya banyak penyebab yang dapat berperan, jadi gejala yang terus muncul seharusnya tidak langsung dianggap karena stres.
Tubuh dan pikiran bukan dua hal yang terpisah. Ketika pikiran tidak baik, tubuh juga bisa merespons. Jadi, kalau akhir-akhir ini tugas kuliah, deadline, dan urusan lain terasa memenuhi kepala, jangan cuma bilang, “Yang penting kuat.” Sesekali, tubuh juga perlu istirahat.
Karena menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati saat sakit, tapi juga tentang mencegah dan menghalau penyakit itu hinggap di tubuh
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
