Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Haura Akifah

Menutup Langkah, Menyisakan Jejak Keberlanjutan

Event | 2026-08-28 16:53:27
Penampilan perwakilan dari panitia JAGAWANA 5.0

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) melalui Kementerian Lingkungan Hidup menutup rangkaian program Jagawana 5.0 dalam Closing Jagawana 5.0 yang berlangsung di Balai Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Jagawana 5.0 yang telah berlangsung selama 9 hari. Acara dihadiri oleh jajaran panitia, perangkat desa, warga Desa Dilem, serta sejumlah pihak yang turut mendukung pelaksanaan program. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan (PPKL), Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Presiden BEM UNAIR 2026, perwakilan Koramil Kecamatan Gondang, serta perwakilan Kepala Desa Dilem.

Suasana penutupan semakin hangat melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari penyerahan plakat, pemutaran after movie, penyampaian kesan dan pesan, penyerahan kado serta undian, hingga berbagai penampilan. Acara kemudian ditutup dengan penyalaan kembang api, makan bersama beralaskan daun pisang, serta pembagian bibit buah kepada warga. Kemeriahan juga turut hadir melalui beragam penampilan dari masyarakat dan panitia. Penampilan pertama dibawakan oleh anak-anak PAUD melalui pentas seni budaya Tari Semut. Setelah itu, anak-anak SD menampilkan Tari Nusantara. Panitia Jagawana kemudian turut menghibur warga melalui penampilan akustik yang dilanjutkan dengan Simfoni Jagawana sebagai penampilan penutup.

Selain pertunjukan, Closing Jagawana 5.0 juga menghadirkan bazar UMKM sederhana yang diisi oleh warga setempat. Berbagai produk lokal seperti keripik pisang, keripik mbote, dan keripik gadung turut dijajakan kepada para pengunjung. Produk-produk tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan potensi hasil pangan lokal Desa Dilem kepada masyarakat yang hadir.

Potret penyerahan plakat apresiasi kepada perwakilan Kepala Desa Dilem dan Koramil Kecamatan Gondang dalam Closing Jagawana 5.0

Selama pelaksanaan Jagawana 5.0, sebanyak 31 mata acara telah ditempuh dalam kurun waktu 9 hari. tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beragam kegiatan di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi upaya untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Dilem. Semangat tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, serta berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program.

Salah satu perwakilan warga menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa BEM UNAIR yang telah hadir dan berkontribusi di desa.

“Kami sebagai warga Desa Dilem mengucapkan banyak terima kasih atas semua yang diberikan kepada desa kami. Kami harap apa yang diberikan adik-adik bisa kami lanjutkan dan teruskan,” ujarnya.

Momen pembagian bibit buah juga menjadi salah satu bagian yang berkesan bagi warga. Salah seorang warga menyampaikan harapannya agar bibit yang diterima dapat terus tumbuh dan menjadi manfaat bagi masyarakat Desa Dilem.

“Semoga pohonnya bisa terus tumbuh ya, Mbak, meskipun Mbak sudah tidak di sini,” ungkap salah seorang warga saat menerima bibit buah.

Pembagian bibit tersebut turut menjadi bentuk keberlanjutan program Jagawana 5.0 setelah rangkaian kegiatan mahasiswa di Desa Dilem berakhir. Bibit-bibit tanaman tersebut diberikan dengan dukungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, BPDAS Brantas Sampean, Balai Persemaian Permanen, Kemlagi, Mojokerto, serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.

Berakhirnya Closing Jagawana 5.0 tidak hanya menandai selesainya 31 mata acara yang telah dilaksanakan selama 9 hari, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar sekaligus mendorong keberlanjutan manfaat program setelah kegiatan berakhir.

Melalui rangkaian Jagawana 5.0, hubungan yang terjalin antara mahasiswa BEM UNAIR dan masyarakat Desa Dilem diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya program, tetapi dapat terus tumbuh melalui berbagai bentuk kolaborasi dan kepedulian di masa mendatang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image