Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image MAN 2 Bantul

Belajar di Balik Kelir: Siswa MAN 2 Bantul Coba Peran Dalang di Museum Sekartaji

Pendidikan | 2026-08-28 11:09:39

Bantul (MAN 2 Bantul) — Sejumlah siswa MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan belajar Sejarah dan kebudayaan Nusantara terutama wasyang beber dan perkembangannya di Museum Wayang Beber Sekartaji pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Wajib Kunjung Museum yang digagas Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, dengan menghadirkan dalang Yuli Wiryanto sebagai pemateri sekaligus pembimbing langsung bagi para siswa yang ingin mengenal lebih dalam seni wayang kulit sebagai warisan budaya Jawa.

Program Wajib Kunjung Museum sendiri merupakan upaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul untuk mendekatkan pelajar dengan museum-museum yang ada di wilayah Bantul, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan kesenian tradisional, khususnya wayang kulit yang telah diakui UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia. Museum Sekartaji dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menyimpan koleksi wayang serta perlengkapan pedalangan yang dapat menjadi media pembelajaran langsung bagi para siswa.

Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya diperkenalkan pada sejarah dan filosofi wayang, tetapi juga diajak mempraktikkan dasar-dasar teknik pedalangan. Yuli Wiryanto memandu siswa mengenal cara memegang wayang, teknik sabetan atau gerakan tokoh wayang, hingga dasar-dasar vokal dan antawacana atau dialog tokoh dalam pertunjukan wayang. Para siswa terlihat antusias mencoba memainkan tokoh-tokoh wayang di balik kelir dengan iringan gamelan sederhana.

Selain praktik gerak wayang, siswa juga diperkenalkan pada struktur pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, mulai dari adegan pathet nem, pathet sanga, hingga pathet manyura. Yuli Wiryanto menjelaskan bahwa menjadi seorang dalang membutuhkan penguasaan banyak aspek sekaligus, mulai dari olah vokal, penguasaan cerita pewayangan, hingga kepekaan terhadap musik gamelan yang mengiringi pertunjukan.

Dua siswa MAN 2 Bantul, Ardian dan Garda, menjadi peserta yang terlihat paling antusias saat sesi praktik berlangsung. Keduanya bergantian mencoba memainkan tokoh wayang di balik kelir dan belajar melafalkan dialog sederhana khas pertunjukan wayang. Ardian mengaku baru pertama kali mencoba memainkan wayang secara langsung dan merasa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Senada dengan itu, Garda menyampaikan bahwa ia baru menyadari betapa banyak keterampilan yang harus dikuasai seorang dalang, sehingga ia semakin menghargai profesi tersebut.

Pendamping WKM MAN 2 Bantul, Sri Suharyanti menyampaikan bahwa kegiatan WKM ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa tentang kekayaan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur. Program Wajib Kunjung Museum dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada siswa, seperti ajaran tentang kebaikan, kepemimpinan, dan keseimbangan hidup yang terkandung dalam kisah pewayangan.

Pihak Museum Wayang Beber Sekartaji menyambut baik kunjungan edukatif ini dan berharap semakin banyak sekolah di Bantul memanfaatkan program Wajib Kunjung Museum sebagai sarana pembelajaran budaya secara langsung. Dengan adanya kegiatan seperti ini, generasi muda seperti Ardian dan Garda diharapkan dapat menjadi pewaris sekaligus pelestari seni pedalangan di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image