Pelatihan Produk Mie Sehat Tinggi Protein dan Serat untuk Kesehatan Keluarga
Kuliner | 2026-08-21 16:07:25Keluarga adalah penentu utama asupan gizi, terutama bagi anak-anak. Gaya hidup modern saat ini menjadikan isi piring keluarga semakin bergeser pada makanan instan yang dapat disajikan dengan cepat. Tanpa disadari, makanan instan cenderung tinggi kandungan garam, gula, pengawet, penyedap, dan pewarna buatan yang secara akumulatif dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Kebiasaan mengonsumsi makanan instan juga dapat ditularkan dari orang tua ke anak-anak, bahkan balita. Tidak jarang ditemui balita dan anak-anak lebih menyukai mie instan dibandingkan nasi dan sayuran. Padahal mereka kelompok usia yang membutuhkan nutrisi cukup untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan tubuhnya. Keterbatasan gizi pada isi piring balita bahkan dapat mempengaruhi status gizi dan berdampak stunting.
Dengan adanya fakta tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) memberikan pelatihan produk mie sehat tinggi protein dan serat untuk kesehatan keluarga kepada Nasyiatul Aisyiyah Palangka Raya pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggaarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026.
Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi pentingnya isi piring sehat untuk keluarga yang disampaikan oleh Rasidah, S.Pd., M.Sc. Lebih lanjut, diadakan pelatihan pengolahan mie sehat yang memanfaatkan pangan lokal seperti ubi jalar dan ikan yang nantinya menghasilkan produk mie tinggi protein dan serat. Hal ini juga membantu orang yang kecanduan mie instan untuk memperoleh serat pangan yang tidak menyebabkan kegemukan. Ditambah lagi kandungan protein yang tinggi dari ikan dapat melengkapi isi piring keluarga.
Pelatihan pembuatan mie sehat dipandu oleh Yuliana, S.Si., M.Biotek, selanjutnya dilakukan praktik pengolahan mie sehat oleh peserta pelatihan secara berkelompok hingga siap disajikan. Hasil kreasi mie sehat dari para peserta akan langsung dinikmati bersama dan sebagian kecilnya disampling untuk dilakukan analisis proksimat mie basa sesuai SNI 2987:2015. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengemasan mie yang telah dikeringkan sebelumnya. Kegiatan penutup berupa pelatihan analisis kelayakan usaha yang disampaikan oleh Septa Soraida, S.E., M. Acc., Ak.
Pada kesempatan ini juga tim pengabdian yang diketuai oleh Rasidah, S.Pd., M.Sc. menghibahkan beberapa peralatan pengolahan mie seperti set mesin pembuat adonan, set mesin otomatis penggiling mie, set mesin penepung bahan, dan set peralatan produksi lainnya. Ketua Nasyiatul Aisyiyah Palangka Raya Cabang Pahandut, Siti Marhamah, S.Pd., sangat mendukung kegiatan ini dan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan tidak hanya sekali tetapi dapat berkelajutan agar membantu serta meningkatkan kreativitas ibu untuk menciptakan makanan sehat keluarga. Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh ketua Nasyiatul Aisyiyah Palangka Raya Cabang Pahandut dan antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
