Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Yuyun Suminah

Remaja Keren, Saatnya Taat Syariat Yes!

Eduaksi | 2026-08-14 17:41:40
Anak-anak remaja

Remaja Keren, Saatnya Taat Syariat Yes!
Oleh: Yuyun Suminah

Berbicara soal keren, siapa sih yang tidak mau jadi remaja keren. Ya kan? Keren menurut syariat dengan keren menurut sistem Kapitalisme berbeda.

Menurut sistem kapitalisme keren itu yang jadi prioritas adalah penampilan semata. Ikut-ikutan, lagi musim ini itu latah dikejar demi label ingin jadi "remaja keren", maka jangan heran, berbagai cara pun dilakukan. Sebenarnya kalau kita mau ngikutin remaja keren ala sistem saat ini yaitu kapitalisme yakin kita nggak bakalan kuat "berat diongkos".

Sebut saja aktivitas pacaran yang dekat dengan dunia remaja, berapa "ongkos" pacaran yang harus dikelurkan. Yang tekor bukan hanya ongkos materi tapi raib juga kehormatan bahkan nyawa. Diantaranya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang Remaja di Palembang, Sumatera Selatan, berinisial AD (25), ditemukan tewas diduga gantung diri di lantai dua toko tempatnya bekerja. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh rekannya yang hendak menutup toko. (Detik.com 08 Juli 2026). Pihak yang berwajib masih menyelidi motip pelaku.

Itu yang terekpos media, di luaran sana masih banyak kasus serupa. itu membuktikan pacaran yang dijalani merugikan pelaku pacaran itu sendiri. Kerugiannya tak hanya di dunia tapi juga sampai ke akhirat. Aktivitas tersebut marak dalam sistem kapitalisme, sebuh sistem yang memberikan kebebasan tanpa batas, aturan yang lahir dari akal manusia yang serba keterbatasan dalam segala hal.

Jauh berbeda yang ditawarkan oleh syariat Islam sebuah aturan yang lahir dari Sang Pencipta. Islam bukan hanya agama yang mengatur perkara ibadah saja, perkara lainnya pun ada aturannya, mulai dari kesehatan, pendidikan dan lainnya termasuk pergaulan. Bagaimana Islam menjadikan remaja keren menurut syariat. Yang nggak berat diongkos, siapa saja bisa melakukannya diantaranya:

1. Taat

Banyak cara yang bisa dilakukan supaya kita jadi remaja keren yaitu dengan taat syariat, baik buruk standarnya syariat, halal haram jadi patokannya. Tidak insecure dengan laranganNya bahwa pacaran memang dilarang oleh Allah.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra [17]: 32)
Tidak hanya itu, kewajiban menutup aurat baik laki-laki maupun perempun pun harus ditaati sampai batasan yang ditentukan syariat.

2. Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu agama itu penting, sebagai benteng kita dalam menjalani kehidupan. Ibarat rem dari segala kemaksiatan. Islam itu tidak hanya ilmu yang kita dapatkan tapi wajib kita praktekan. Itu semua bisa kita dapatkan dari menuntut ilmu, menjadikan kita tahu segala hal.
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah)

3. Memilih Teman
Seorang teman bisa mewarnai kita, bisa menentukan remaja keren yang taat syariat atau justru malah menjauhkan kita kepada syariatNya. Maka carilah teman yang bisa menjadikan kita semakin dekat denganNya.

"Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Jika hal itu dilakukan oleh para remaja dan perlu pengkondisian juga oleh negara. Karena dalam syariat Islam negara punya kewajiban dalam mengurus rakyat, termasuk mengkondisikan remaja muslim agar menjadi remaja keren yang taat syariat. Mulai di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

"Imam (pemimpin) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). Yuk, jadi remaja keren yang taat dan tidak insecure terhadap syariat.Wallahua'lam.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image