Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Silvana putri F.

Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?

Kisah | 2026-08-13 17:28:18

Menceritakan kisah dalam cerita Ayah ini arahnya kemana ya. (sumber: dokumentasi pribadi + edit bayangan ). Penulis buku: Khoirul Trian.

Kamis (13/8/2026), Seorang anak yang menceritakan sebuah buku yang ditulis ayah nya sebelum pergi jauh dan tidak pernah pulang. Banyak teman - teman yang tidak tau dibalik kisah cerita ini.

AYAH INI ARAHNYA KEMANA YA?

Halo teman - teman pembaca!

Aku akan menceritakan sebuah kisah dari buku yang mengakhiri dengan ujung sedih dan tidak semua orang tahu.

Hujan rintik membasahi aspal jalan yang sepi sore itu. Aku berjalan di samping langkah kaki ayah yang pelan, bahunya terlipat rapat menahan beban yang tak pernah ia ceritakan. Tas sekolah di pundakku terasa berat, namun jauh lebih berat hatiku melihat punggung ayah yang makin membungkuk tertahan waktu.

Kita berjalan terus, tak ada percakapan yang mengalir. Hanya suara langkah kaki beradu dengan gemuruh angin. Aku menatap wajahnya yang penuh garis penat, lalu suara itu keluar dari bibirku pelan, bergetar:

"Ayah, ini arahnya kemana? Apakah kita masih berjalan menuju rumah yang dulu pernah kita ceritakan? Tempat di mana senyummu tak perlu lagi bersembunyi di balik lelah?"

Ayah berhenti sejenak. Ia menoleh padaku, matanya yang teduh menyembunyikan sesuatu yang berat. Ia tak menjawab langsung, hanya mengusap kepalaku dengan tangan yang kasar penuh bekas kerja keras. Senyum yang ia berikan tak sepenuhnya sampai ke mata senyum yang berusaha meyakinkan, namun tak sanggup menutupi bahwa ia pun kadang bingung mencari jalan pulang.

Aku menunduk menahan air mata. Sejak lama aku tahu, ayah berjalan membawa harapan kami berdua, namun siapa yang berjalan di sampingnya saat ia lelah? Ia terus melangkah meski tak yakin arahnya benar, hanya agar aku tak pernah tahu betapa seringnya ia pun kehilangan arah.

Langkah kembali berlanjut. Tangan ayah menggenggam tanganku lebih erat dari biasanya. Aku tak tahu kemana jalan ini berujung. Namun yang kutahu, selama tangan kita saling menggenggam meski arahnya belum jelas aku tak akan melepaskan tangan ayah. Karena bagiku, berjalan bersamanya adalah rumah yang sesungguhnya.

Nama penulis berita : Silvana Putri Fajriyah.

Seorang siswa SMP

Asal sekolah: SMPN 1 krembung.

MENCERITAKAN APA SEBENARNYA KISAH BUKU AYAH INI ARAHNYA KEMANA YA

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image