Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ira Cantika

Mahasiswa UB dan PKK Desa Slamet Optimalkan TOGA Jadi Produk Bernilai

Edukasi | 2026-08-07 10:34:46

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menggelar sosialisasi dan workshop pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama ibu-ibu Permberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Slamet Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini mengajarkan mengolah tanaman obat seperti kemangi, jahe, lengkuas, dan serai menjadi biopestisida dan sabun cuci tangan, guna mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menghadirkan workshop yang dikemas secara interaktif di salah satu rumah anggota PKK Desa Slamet. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan pembuatan biopestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan.

Dalam workshop, peserta memanfaatkan berbagai tanaman TOGA, seperti jahe, lengkuas, kemangi, dan serai yang mengandung senyawa alami untuk membantu mengurangi serangan hama pada tanaman. Melalui praktik secara langsung, ibu-ibu PKK diajak memahami proses pembuatan biopestisida sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah maupun lahan pertanian.

Ketua PKK Desa Slamet, Ibu Ning, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para anggota PKK dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga yang selama ini hanya dikenal sebagai bumbu dapur. Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari workshop dapat dibagikan kembali kepada anggota PKK di masing-masing dusun sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kegiatan ini sangat menarik bagi kami para ibu-ibu. Selama ini kami hanya tahu bahwa TOGA hanya untuk bumbu dapur, tetapi setelah acara kemarin kami jadi tahu fungsi lain dari TOGA, yaitu dapat dimanfaatkan untuk sabun cuci maupun biopestisida. Biasanya, setiap kali ada ilmu baru, kami membagikannya lewat pertemuan PKK dusun,” ujar Ibu Ning (04/08).

Selain workshop biopestisida, mahasiswa KKN juga mengajak peserta mengolah daun kemangi menjadi sabun cuci tangan alami, mengingat melimpahnya tanaman kemangi di Desa Slamet yang berpotensi dikembangkan menjadi produk nonpangan bernilai tambah berkat kandungan minyak atsiri antibakterinya. Kemangi dipadukan dengan minyak esensial serai sehingga menghasilkan sabun cuci tangan beraroma segar dan nyaman digunakan, di mana penanggung jawab program kerja, Nia, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memperluas pemanfaatan tanaman obat keluarga melalui inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Selama praktik berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan dengan antusias, mulai dari proses pencampuran bahan hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.

"Kami memilih program kerja edukasi TOGA yang dipadukan dengan workshop pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar kemangi karena melihat potensi tanaman ini yang cukup melimpah di Desa Slamet. Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu PKK mampu mengolah potensi tanaman lokal menjadi produk yang bermanfaat, memiliki nilai tambah, dan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga," ujar Nia (04/08).

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga membagikan bibit tanaman obat keluarga, seperti kemangi dan lengkuas, kepada beberapa anggota PKK. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah sebagai sumber bahan baku pembuatan biopestisida maupun sabun cuci tangan secara mandiri.

Koordinator Desa KKN, Jhonatan Silalahi, menilai program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu yang dipelajari mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuannya. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal merupakan langkah awal untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita berhasil memanfaatkan apa yang menjadi potensi di desa ini. Oleh karena itu, saya mendukung dan membantu pelaksanaan program ini karena bermanfaat bagi kita dan masyarakat yang sama-sama belajar. Harapannya, apa yang kita berikan dapat dilanjutkan," ujarnya (04/08).

Melalui program ini, mahasiswa KKN FBiPK UB tidak hanya memperkenalkan inovasi pemanfaatan tanaman obat keluarga, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK Desa Slamet, diharapkan pemanfaatan biopestisida nabati maupun produk berbasis TOGA lainnya dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan, pertanian, serta kelestarian lingkungan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image