Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Larasati Alia Mutiara Herlambang

Inovasi Daur Ulang Mahasiswa IPB, Latih Siswa SD Sigedong 01 Olah Sampah

Eduaksi | 2026-08-05 18:06:04

TEGAL — Pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan terus digalakkan oleh kalangan perguruan tinggi di tataran masyarakat desa. Kali ini, langkah konkrit ditunjukkan oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB TEGALKAB21 yang mengabdi di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Mereka menghadirkan inovasi edukasi bertajuk Gerakan Mengolah Sampah atau GEMAS; di SDN Sigedong 01 pada Selasa (28/7/2026) lalu.

Menargetkan murid kelas 3 dan 4 SD, program pengabdian ini disusun dengan metode pembelajaran aplikatif yang menggabungkan teori pemilahan, ekosistem lingkungan, serta praktik sains sederhana. Tim mahasiswa menyadari bahwa kebiasaan membuang dan mengolah sampah harus dibentuk sejak dini. Tanpa pemahaman mendasar, bahaya laten seperti banjir, pencemaran tanah, dan ancaman penyakit akibat tumpukan sampah akan terus berulang di kawasan pemukiman.

Sebagai modal awal pembiasaan di lingkungan sekolah, tim KKNT IPB menyerahkan tiga fasilitas tempat sampah dengan penandaan warna khusus. Masing-masing tempat sampah dialokasikan untuk sampah organik, sampah anorganik, serta wadah pengolahan kompos (komposter). Fasilitas ini dihadirkan agar siswa-siswi terbiasa memilah sampah secara mandiri setiap kali waktu istirahat sekolah tiba.

Proses edukasi berlangsung sangat atraktif saat memasuki tahap praktik pengolahan sampah organik. Siswa yang telah diimbau membawa limbah dapur organik—seperti sisa sayur, potongan buah, atau sisa makanan—diajak memasukkannya ke dalam wadah komposter. Selanjutnya, mahasiswa mendampingi para murid untuk menyiramkan bioaktivator berupa larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) yang dipadukan dengan air gula. Mahasiswa menjelaskan fungsi larutan tersebut sebagai starter mikroorganisme baik yang memicu proses pembusukan alami dan mengubah limbah basah menjadi pupuk kompos organik.

Tidak berhenti pada limbah organik, materi pengabdian juga mengeksplorasi potensi daur ulang limbah anorganik keras berupa tutup botol plastik. Dalam sesi ini, tim KKNT IPB membedah alur upcycling; secara rinci: mulai dari proses pemisahan warna tutup botol, pencacahan material menjadi kepingan serpihan kecil, pemanasan dengan kontrol suhu hingga meleleh, hingga pencetakan lelehan kental tersebut. Sesi ini memperlihatkan secara jelas bahwa limbah yang bernilai ekonomis rendah bisa ditransformasikan menjadi produk baru yang estetis.

Keseruan acara ditutup dengan sesi kuis interaktif guna menguji pemahaman para siswa. Murid-murid tampak antusias mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan terkait pemilahan dan daur ulang sampah. Sebagai bentuk penghargaan, mahasiswa memberikan reward berupa gantungan kunci unik—yang merupakan produk nyata dari hasil pelelehan dan pencetakan tutup botol plastik. Pembagian souvenir ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuktikan secara langsung bahwa barang bekas bisa diubah menjadi karya bermanfaat.

Pihak SDN Sigedong 01 menyambut hangat serta memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa KKNT IPB. Melalui keberlanjutan program GEMAS ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dari para siswa untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan, baik di area sekolah maupun di rumah mereka masing-masing.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image