Membelah Gaza, Mengukuhkan Kontrol atas Wilayah Palestina
Rubrik | 2026-08-05 07:57:59
Zi*nis dengan segala cara masih melanjutkan serangan mereka kepada penduduk Palestin4. Sejak tanggal 07 Oktober 2023, benar-benar tidak berhenti mengejar wilayah itu. Dan semakin kesini semakin tampaklah bahwa alasan mereka sesungguhnya bukan sekedar perang memperebutkan tanah, tetapi membuat Palestin4 dan penduduknya hilang dari muka bumi ini. Bagaimana tidak? Pada awal tahun ini saja, Isr*el dilaporkan telah mencaplok tambahan wilayah Gaza dengan memundurkan penanda garis kuning, menghancurkan bangunan, dan mengusir warga.
Meskipun, militer Isr*el membantah bahwa hal itu dilakukan sebagaimana yang disebutkan dalam laporan Reuters, hal ini jelas membuktikan bahwa mereka sedang menginginkan perluasan kekuasaan wilayah atas Palestin4. Kemudian pada pertengahan 2026, sejumlah pejabat Isr*el mengatakan, wilayah yang dikuasai militer Isr*el telah mencapai sekitar 70 persen Gaza. Luasan ini melebar dari sekitar 53 % pada akhir 2025.
Ditambah dengan adanya pembangunan tembok pemisah Gaza, yang sampai hari ini terlihat menjulang memisahkan Gaza. Tidak tanggung-tanggung Isr*el membangun tembok tersebut dengan panjang lebih dari setengah panjang jalur Gaza sebagaimana dikutip dari Kompas.id-Citra satelit Planet Labs PBC yang dianalisis kantor berita Associated Press, Selasa (21/7/2026), menunjukkan, pembangunan tembok berupa tanggul tanah itu telah mencapai lebih dari 23 kilometer. Jumlah itu lebih dari separuh panjang Jalur Gaza yang hanya sekitar 40 kilometer dan lebar maksimal 11 kilometer.
Militer Israel mengonfirmasi pembangunan tembok setelah diperlihatkan citra satelit. Menurut mereka, tanggul itu diperlukan untuk mencegah penyusupan serta melindungi pasukannya dan komunitas Israel di sekitar Gaza.
Mereka juga menyatakan sedang memperjelas jalur garis kuning untuk mengurangi gesekan dan mencegah bahaya bagi individu yang tidak terlibat. Namun, mereka tidak menjelaskan jalur lengkap ataupun sejauh mana pembangunan akan diteruskan.
Astaghfirullahal adziimm..sungguh tidak ada kepuasan bagi orang-orang rakus seperti itu.
Semua fakta yang terjadi pada saudara kita di Palestin4 ini seharusnya cukup menjelaskan kepada kita bahwa Isr*el sampai kapanpun tidak akan memberikan kemerdekaan dan kebebasan bagi rakyat Palestin4. Solusi yang ditawarkan Amerika berupa BoP (Board of Piece) dan New Gaza adalah akal-akalan mereka supaya mendapatkan kepercayaan negeri-negeri muslim bahwa Gaza boleh mereka kuasai, dan pada akhirnya menjadi boomerang bagi negeri kaum muslim ketika terlibat dalam komunitas ini dengan diam membiarkan Gaza dicaplok habis-habisan oleh Isr*el dan penyokongnya yaitu Amerika sendiri.
Sejatinya berdamai dengan entitas Zi*nis adalah HARAM. Bayangkan rasanya kita ketika dikhianati, ditusuk dari belakang oleh saudara kandung kita sendiri. Seakan-akan hubungan pesaudaraan itu tidak ada apa-apanya.
Satu-satunya solusi yang dapat menyelamatkan saudara-saudara kita di Gaza adalah dengan mengusir Isr*el dari tanah Palestin4 melalui jalur militer yang disebut dengan Jihad. Ibaratkan orang asing yang tiba-tiba datang ke rumah kita dan meminta bantuan untuk menginap lalu beberapa hari kemudian berubah menjadi seseorang yang justru merebut dan mekhianati kita dengan mengakui rumah tersebut adalah rumahnya, maka solusi tuntasnya adalah dengan mengusirnya keluar pergi jauh bersama pihak berwenang bukan membagi rumah menjadi dua pemilik.
Jihad melawan zi*nis hukumnya fardhu kifayah bagi seluruh umat Islam. Namun, hari ini dengan tidak adanya negara Islam dalam bingkai Khilafah menyebabkan umat Islam tidak bisa menegakkan jihad secara sempurna. Oleh karena itu, wahai umat Islam ingatlah apa yang dilakukan para penguasa muslim hari ini adalah sebuah bentuk pengkhianatan dan tidak pantas untuk didukung.
Tugas kita adalah terus ikut berjuang menegakkan kembali Daulah Islam itu agar saudara-saudara kita yang tertindas di seluruh dunia bisa diselamatkan. Sebab, persatuan umat di bawah kepemimpinan Khilafah adalah kunci kemenangan hakiki bagi Palestin4 dan seluruh dunia Islam. Di bawah naungannya, umat Islam tidak akan bisa terpecah belah oleh penjajah. Allahu Akbar .
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
