Dari Pedalaman Pasaman, Melangkah di Kementerian Biografi M Ikbal
Info Terkini | 2026-08-04 14:51:49
Berakar di Dunia Perikanan
Dari BBI hingga Kementerian: Perjalanan M. Ikbal Mengabdi untuk Perikanan Indonesia
JAKARTA — Di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, tumbuh seorang anak muda yang kelak menapaki perjalanan panjang, mulai dari kolam-kolam pembenihan ikan hingga ruang-ruang kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dialah M. Ikbal, A.Md.Pi., sosok yang membuktikan bahwa kampung halaman dapat menjadi fondasi kokoh untuk mengabdi di tingkat nasional.
Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Rao jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada 2016–2019, Ikbal memilih melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di bidang yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir dan perikanan.
Pada Oktober 2019, ia diterima di Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman pada Program Studi Mekanisasi Perikanan/Permesinan Kapal dan menyelesaikan pendidikannya pada Agustus 2022. Selama kuliah, Ikbal tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
Selama tiga periode berturut-turut (2019–2022), ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Humas Senat Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman. Pengalaman tersebut menjadi titik awal terbentuknya kemampuan komunikasi publik yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Selain aktif berorganisasi, Ikbal juga memperkaya pengalaman lapangan melalui berbagai program magang dan praktik, di antaranya:
- Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga (November 2021–April 2022): Bertugas dalam pengoperasian, perawatan, dan perbaikan permesinan kapal, dinas jaga kamar mesin, serta pelayanan administrasi kapal saat berangkat dan bersandar.
- UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah II Air Bangis (Juni–Juli 2021): Bertugas mengoperasikan mesin kapal dan melakukan pendataan hasil produksi tangkapan.
- Program Pengenalan Kehidupan Masyarakat Pesisir dan Pantai di Kecamatan Sasak, Kabupaten Pasaman Barat (Februari 2021).
Salah satu momen yang paling berkesan terjadi pada 2 Juni 2021, ketika Ikbal dipercaya menjadi juru bicara dalam penyambutan kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan. Pengalaman tersebut menjadi gerbang awal perjalanannya di bidang komunikasi publik sekaligus memperkenalkannya lebih dekat dengan lingkungan KKP.
Mengawali Pengabdian dari Balai Benih Ikan
Tamat dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman pada 2022, Ikbal langsung mengawali pengabdiannya di Balai Benih Ikan (BBI) Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Pengalaman di BBI ini menjadi fondasi penting dalam meniti karier. Di tempat inilah ia semakin memahami peran strategis sektor perikanan dalam mendukung kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Sumatera Barat. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Mengembangkan Diri di Berbagai Bidang
Di tengah perjalanannya, Ikbal juga aktif mengasah kompetensi di luar bidang teknis. Pada 2022, ia mengikuti ajang Pemilihan Duta Pariwisata Kabupaten Pasaman dan berhasil meraih predikat Uda Persahabatan—sebuah pencapaian yang mencerminkan kemampuannya dalam membangun komunikasi dan berinteraksi sosial dengan masyarakat luas.
Selanjutnya, pada Juni 2024 hingga Agustus 2025, Ikbal berkarier di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pengalaman di sektor perbankan tersebut semakin memperkaya kompetensinya, terutama dalam hal komunikasi, negosiasi, pelayanan, serta ketahanan kerja di bawah tekanan.
Kembali ke Dunia Kelautan dan Perikanan
Bekal pengalaman organisasi, dunia kerja, dan lapangan akhirnya menuntun Ikbal kembali ke bidang yang menjadi keahlian utamanya.
Sejak Agustus 2025, ia bergabung sebagai Enumerator Kelautan dan Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Nizam Zachman Jakarta, salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan KKP.
Kini, Ikbal melanjutkan pengabdiannya sebagai bagian dari Tim Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP. Posisi ini mempertemukan dua kompetensi utama yang telah ia bangun bertahun-tahun: pemahaman teknis di bidang kelautan dan perikanan serta kemampuan komunikasi publik.
Perjalanan yang dimulai dari Balai Benih Ikan di Rao, ditempa melalui organisasi kampus, hingga dipercaya menjadi juru bicara dalam berbagai kegiatan, menjadi modal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Bekal Kompetensi
Dalam mendukung profesionalismenya, Ikbal memiliki sejumlah sertifikasi dan keahlian penunjang, antara lain:
- Sertifikat Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan Tingkat I (Atkapin-1)
- Basic Safety Training (BST)
- Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
- Pelatihan Public Speaking
- Kemampuan berbahasa Indonesia secara aktif dan bahasa Inggris secara pasif
- Penguasaan aplikasi perkantoran (Microsoft Office)
Konsisten Mengabdi
Perjalanan M. Ikbal dari Balai Benih Ikan di Rao, Pasaman, hingga menjadi bagian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta merupakan cerminan nyata tentang konsistensi dalam mengembangkan diri dan mengabdi pada negeri.
Ia tidak melupakan akarnya di dunia perikanan, melainkan menjadikannya pijakan untuk terus melangkah lebih jauh. Dengan memadukan pemahaman teknis dan kecakapan komunikasi, Ikbal berupaya menjalankan peran optimal sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Dari BBI hingga Kementerian" bukan sekadar tajuk perjalanan karier, melainkan bukti bahwa langkah besar dapat dimulai dari tempat yang sederhana, asalkan dijalani dengan ketekunan, semangat belajar, dan komitmen kuat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
