Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ddzikrahasanah

Tidak Ada Tokoh Pendukung dalam Kehidupan Seseorang

Eduaksi | 2026-08-04 13:31:43

Pernahkah kamu berpikir bahwa orang yang setiap hari kamu lihat mungkin sedang menjalani cerita yang sama rumitnya denganmu? Saat berjalan di trotoar, kita melihat seseorang yang terburu-buru menuju kantor. Di kafe, ada seorang perempuan yang tersenyum sambil menatap layar ponselnya. Di lampu merah, seorang pengemudi ojek online menunggu pesanan berikutnya.

Bagi kita, mereka hanyalah orang asing yang lewat beberapa detik dalam hidup kita. Kita tidak tahu nama mereka, tidak tahu apa yang sedang mereka pikirkan, bahkan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi. Namun, di kehidupan mereka, merekalah tokoh utamanya.

Mereka memiliki mimpi yang sedang diperjuangkan, kekhawatiran yang belum sempat diceritakan, serta orang-orang yang mereka sayangi. Sama seperti kita. Bedanya, kita hanya melihat sebagian kecil dari perjalanan hidup mereka.
Sering kali kita tanpa sadar menempatkan diri sebagai pusat dunia. Kita khawatir dengan penilaian orang lain, malu ketika melakukan kesalahan kecil, atau terus memikirkan bagaimana orang memandang kita. Padahal, bisa jadi orang yang kita kira sedang memperhatikan kita justru sedang sibuk memikirkan hidupnya sendiri.

Mungkin seseorang yang tampak cuek sebenarnya sedang memikirkan tagihan yang harus dibayar. Seseorang yang terlihat bahagia bisa saja baru kehilangan orang yang dicintainya. Bahkan orang yang kita anggap menyebalkan mungkin sedang membawa beban yang tidak pernah kita ketahui.Kesadaran bahwa tidak ada tokoh pendukung dalam kehidupan seseorang mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dalam menilai. Kita hanya melihat satu potongan cerita, sementara mereka telah menjalani begitu banyak pengalaman yang tidak pernah kita saksikan.

Mungkin itulah alasan mengapa empati begitu penting. Bukan karena kita harus memahami seluruh cerita hidup orang lain, melainkan karena kita sadar bahwa setiap orang sedang berusaha menjalani bab kehidupannya masing-masing.
Di kehidupanmu, kamu memang tokoh utama.

Namun, di kehidupan orang lain, kamu juga bisa menjadi seseorang yang hanya hadir sebentar. Mungkin sebagai orang yang menahan pintu, tersenyum saat berpapasan, membantu mengambil barang yang terjatuh, atau justru mengucapkan kata-kata yang tanpa disadari membekas di hati mereka.

Kita tidak pernah benar-benar tahu, di bagian mana kita hadir dalam cerita orang lain. Bisa jadi hanya satu pertemuan singkat, tetapi pertemuan itu cukup berarti bagi mereka. Sebaliknya, bisa juga seseorang yang tampak biasa saja ternyata meninggalkan pelajaran yang terus kita ingat hingga bertahun-tahun kemudian.

Karena itu, mungkin dunia akan terasa sedikit lebih baik jika kita mulai mengingat satu hal sederhana.Tidak ada tokoh pendukung dalam kehidupan seseorang. Semua orang sedang menjadi tokoh utama dalam cerita yang sedang mereka perjuangkan.

Source: Renè Magritte - Golconda

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image