Mendes PDT Gandeng Exceed Jepang untuk Magang 30.000 Pemuda Desa
Politik | 2026-08-03 16:34:52
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menargetkan pengiriman 30.000 pemuda desa untuk program magang melalui kerja sama dengan Exceed Cooperative Japan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Kemitraan ini dinilai saling menguntungkan karena Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Sementara itu, Jepang membutuhkan tambahan tenaga kerja akibat menurunnya populasi usia produktif di negara tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Mr. Watanabe Daisuke dan Mr Harada Tsubasa, kita akan MoU di Osaka. Target kita di awal ini permintaan mereka minimal 30.000. Kita akan lakukan pemetaan kemudian pendetailan tentang program ini supaya jalan. Kita akan libatkan sepuluh asosiasi desa untuk memenuhi kuota dari permintaan Exceed Cooperative Japan,” tutur Mendes Yandri.
Melalui program ini, para pemuda desa tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan kompetensi. Pemerintah menyatakan peserta dipersiapkan menjadi agregator desa yang mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah asal setelah menyelesaikan masa magang.
"Nanti kita MoU Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia. Perempuan atau laki-laki usia produktif kita berangkatkan ke Jepang dengan pola beasiswa dan magang. Setelah mereka magang mereka akan jadi agregator desa yang kalau mereka pulang, mereka akan menjadi pemuda yang paham bagaimana memajukan desa sesuai potensi yang ada di desanya,” tambahnya.
Kemendes PDT Siapkan Rekrutmen 30.000 Pemuda Desa
Penjaringan dan pelatihan peserta akan segera dimulai dengan melibatkan banyak pihak, termasuk sepuluh asosiasi desa. Selain itu, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga turut andil, khususnya terkait akomodasi keberangkatan yang rencananya dilakukan tahun depan.
Dari pihak mitra, kolaborasi bersama Exceed Cooperative Japan dan Hakko Fukushikai Foundation Japan ini menjadi langkah strategis menjawab kebutuhan SDM. Presiden Director Exceed Cooperative Japan Watanabe Daisuke menyambut positif rencana pengiriman peserta dari Indonesia.
Penurunan Usia Produktif Jadi Alasan Jepang Merekrut Pekerja
"Selama tujuh tahun ini dikarenakan Usia produktif semakin menurun akhirnya kami butuh tenaga kerja terutama dari Indonesia. Selama tujuh tahun ini kami banyak kirim tenaga kerja bidang kesehatan, logistik, konstruksi, pabrik, dan pertanian," ujar Watanabe.
Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Osaka, Jepang, guna memperkuat regulasi pemberangkatan target peserta pada tahun depan. Turut hadir mendampingi Mendes Yandri dalam pertemuan awal tersebut yaitu Sekjen Taufik Madjid, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Kepala BPI Mulyadin, dan Dirjen PEI Tabrani.
Program magang ke luar negeri umumnya dilaksanakan melalui kerja sama antara lembaga pengirim di Indonesia dan mitra penerima di negara tujuan. Peserta biasanya mengikuti proses seleksi administrasi, pelatihan, serta persiapan bahasa dan kompetensi sebelum diberangkatkan.
Setelah menyelesaikan masa magang, peserta diharapkan memanfaatkan pengalaman kerja tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri maupun berkontribusi pada pembangunan di daerah asal. Dukungan dari lembaga perbankan atau koperasi sering kali dibutuhkan untuk memfasilitasi kelancaran akomodasi keberangkatan kandidat. Sinergi berbagai instansi ini penting guna memastikan perlindungan peserta secara utuh hingga mereka kembali ke Tanah Air.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
