Melatih Kesabaran Saat Hidup tak Sesuai Harapan
Agama | 2026-07-16 03:38:15Abdul Hadi tamba.
Latih sabar saat hidup tak sesuai harapan.
Dalam pandangan kami, bersabar saat hidup tak sesuai harapan dimaknai sebagai ujian untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sabar bukanlah kepasrahan pasif, melainkan keteguhan batin dalam menerima ketetapan-Nya (qadha) sembari terus berikhtiar dan berbaik sangka (husnuzhan) kepada Allah SWT.
Dalil Al-Qur'an
Surat Al-Baqarah Ayat 155-156:
Ujian kehidupan adalah kepastian, dan Allah memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar.
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali).
Surat Az-Zumar Ayat 10:
Balasan bagi orang yang bersabar adalah pahala tanpa batas."...
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
Dalil Hadits.
Hadits Riwayat Muslim:
Sikap orang beriman selalu bernilai kebaikan dalam kondisi apa pun, termasuk ketika menghadapi kesulitan.
Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin.
Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu kebaikan baginya.
Dan jika ia ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu kebaikan baginya."
(HR. Muslim).
Hadits Riwayat Tirmidzi:
Ujian berbanding lurus dengan cinta Allah kepada hamba-Nya.
Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian.
Dan sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka..."
(HR. At-Tirmidzi).
Pandangan Ulama Tasawuf (Ulama Muktabar)Imam Al-Ghazali (Ihya' Ulumiddin):
Membagi sabar menjadi tiga tingkatan:
Tingkat tertinggi (Shiddiqin):
Kesabaran para wali dan kekasih Allah.
Mereka ridha dan menikmati ujian sebagaimana mereka menikmati kesenangan, karena mereka memandangnya sebagai bentuk cinta dan perhatian dari Allah SWT.
Tingkat menengah (Muqtashidin):
Menahan diri dan menang
gung beban kesulitan dengan kesadaran penuh untuk mencari ridha Allah dan menghindari murka-Nya.
Tingkat permulaan:
Menahan keluhan lisan dan berusaha keras menerima kenyataan meski batin masih terasa berat.
Ibnu Athaillah As-Sakandari (Al-Hikam):
Menyatakan bahwa kegelisahan manusia muncul karena mereka menuntut agar kejadian di dunia sesuai dengan kehendak hawa nafsu mereka.
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (Al-Fath Ar-Rabbani):
Mengajarkan bahwa puncak dari latihan sabar adalah sirnanya keluhan dari hati dan lisan.
Ketika seorang hamba berhasil melatih sabar hingga mencapai maqam ridha, ia akan melihat bahwa di balik setiap takdir yang tidak sesuai harapan, terdapat hikmah dan anugerah tersembunyi dari Allah SWT.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
