Ketika Dompet Rakyat Diperas Korupsi Politik
Politik | 2026-07-15 13:46:58
Dalam sebuah negara demokrasi, partai politik (parpol) seharusnya menjadi motor penggerak peradaban. Parpol-lah yang memformulasikan arah bangsa, melahirkan pemimpin berivisi matang, dan menjadi penyambung lidah rakyat. Namun, apa yang terjadi jika motor penggerak ini justru berubah menjadi mesin pemburu rente dan transaksi kekuasaan? jawabannya jelas: kita sedang menyaksikan kerusakan sistematis yang pelan-pelan meruntuhkan fondasi negara.
Dampaknya tidak abstrak. Efek domino korupsi politik merembes langsung ke dalam hajat hidup kita sehari-hari harga barang pokok yang merangkak naik, lapangan kerja yang makin sulit, hingga nilai tukar Rupiah yang kerap megap-megap di hadapan Dolar AS.Pelemahan Rupiah sejatinya bukan sekedar dinamika moneter global ia adalah alarm runtuhnya moralitas politik di dalam negri.
Ekonomi institusional peraih Nobel, Douglass North, pernah mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas institusinya.Institusi yang sehat melahirkan kepastian hukum, efiensi, dan stabilitas.Sayangnya, ketika parpol sebagai inti dari institusi demokrasi itu korup, seluruh organ negara ikut terinfeksi. Hukum tidak lagi tegak, melainkan diperalat. Jabatan publik diperjualbelikan, dan biokrasi diisi oleh mereka yang bermodal loyalitas politik buta, bukan kapbilitas. Akibat dari institutional decay ( high-cost economy). Negara kehilangan tajinya untuk membangun seketor produktif jangka panjang karena energinya habis untuk membiayai syahwat politik elite.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
