Masih Menganggap Sunscreen Tidak Penting? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Edukasi | 2026-07-10 01:56:13
Banyak orang menganggap sunscreen hanya diperlukan saat berlibur ke pantai atau ketika cuaca sedang terik. Padahal, sinar matahari tetap memancarkan radiasi ultraviolet (UV) setiap hari, bahkan saat cuaca mendung. Paparan sinar UV yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari kulit terbakar, munculnya flek hitam, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Sinar ultraviolet terdiri atas tiga jenis, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Sinar UVC hampir seluruhnya diserap oleh lapisan ozon sehingga tidak mencapai permukaan bumi. Sementara itu, sinar UVA dan UVB dapat mencapai kulit manusia. Sinar UVA mampu menembus hingga lapisan kulit yang lebih dalam sehingga berperan besar dalam proses penuaan dini, seperti munculnya keriput dan hilangnya elastisitas kulit. Di sisi lain, sinar UVB lebih banyak memengaruhi lapisan kulit bagian luar dan menjadi penyebab utama kulit terbakar akibat sinar matahari.
Sunscreen bekerja dengan melindungi kulit dari paparan sinar UV. Produk ini umumnya mengandung bahan aktif yang dapat menyerap, memantulkan, atau menghamburkan radiasi ultraviolet sebelum merusak sel-sel kulit. Pada kemasan sunscreen sering dijumpai angka SPF (Sun Protection Factor). Nilai SPF menunjukkan tingkat perlindungan terhadap sinar UVB, sedangkan keterangan "broad spectrum" menunjukkan bahwa produk tersebut juga memberikan perlindungan terhadap sinar UVA.
Sayangnya, masih banyak anggapan bahwa penggunaan sunscreen hanya diperlukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan atau memiliki kulit cerah. Faktanya, semua jenis dan warna kulit tetap dapat mengalami kerusakan akibat paparan sinar UV. Meskipun kulit yang lebih gelap memiliki kandungan melanin lebih tinggi, perlindungan alami tersebut tidak cukup untuk mencegah seluruh dampak buruk radiasi ultraviolet.
Agar perlindungan yang diberikan maksimal, sunscreen sebaiknya digunakan sekitar 15–30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan dioleskan kembali setiap dua jam, terutama setelah berkeringat, berenang, atau mencuci wajah. Selain menggunakan sunscreen, perlindungan kulit juga dapat dilakukan dengan memakai topi, pakaian berlengan panjang, kacamata hitam, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 10.00–16.00 ketika intensitas radiasi UV sedang tinggi.
Menjaga kesehatan kulit bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang mencegah berbagai gangguan kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari. Penggunaan sunscreen secara rutin merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar dalam melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet. Dengan memahami pentingnya sunscreen dan menggunakannya dengan benar, masyarakat dapat menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
