Urgensi Pemahaman Kader Terhadap Penggunaan Alat Ukur Kesehatan
Eduaksi | 2026-07-07 14:07:01
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mematangkan implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 27 Juni 2026, tim mahasiswa kembali menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 2 yang bertempat di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.
Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, Dosen Pembimbing PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., serta para kader kesehatan setempat. Dalam sambutannya, Bapak Agung menegaskan dukungan penuh pemerintah kalurahan terhadap kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Drs. Hadi Sasongko, M.Si. turut memberikan arahan mengenai urgensi pemahaman kader terhadap penggunaan alat ukur kesehatan. Menurutnya, ketepatan penggunaan alat merupakan dasar yang sangat penting dalam pelaksanaan skrining dan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pada pertemuan kali ini, Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD turun langsung sebagai pemateri dan pendamping. Rangkaian materi diawali dengan sesi pre-test, disusul dengan pengenalan, cara penggunaan, dan interpretasi hasil dari berbagai alat kesehatan. Alat-alat yang dipelajari meliputi alat ukur Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), pengukur Rasio Lingkar Perut Pinggang (RLPP), alat pemeriksaan Glucose, Cholesterol, Uric Acid (GCU), hingga tensimeter untuk tekanan darah.
Tidak sekadar teori, para kader kesehatan langsung mempraktikkan simulasi penggunaan alat ukur secara mandiri dengan pendampingan melekat dari mahasiswa. Sesi praktik ini terbukti efektif mengasah keterampilan teknis kader yang dibuktikan melalui peningkatan hasil pada sesi post-test di akhir pemaparan.
Sebagai langkah inovatif lanjutan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan Kartu JATI WARAS. Kartu ini didesain sebagai instrumen pemantauan kesehatan terpadu yang berfungsi mencatat hasil skrining dan mengidentifikasi faktor risiko PTM secara lebih sistematis.
Melalui sinergi yang terbangun antara mahasiswa, dosen, pemerintah kalurahan, dan warga, para kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan mandiri dalam melakukan skrining kesehatan di tengah masyarakat. (Ito)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
