Praktik Fisika Jarak Jauh dengan Remote Physics Laboratiory
Info Terkini | 2026-06-30 15:24:06
Guru Besar Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Ishafit, M.Si., tampil sebagai pembicara utama dalam sesi pleno Seminar Nasional Fisika (SNF) 2026 di Amphitarium Kampus 4 UAD, Sabtu 20 Juni 2026. Dalam pemaparannya, ia mengenalkan inovasi bertajuk Remote Physics Laboratory guna mentransformasi pembelajaran eksperimen fisika di era digital.
Prof. Ishafit menyoroti tingginya kesenjangan akses fasilitas laboratorium yang memadai di sekolah-sekolah, khususnya yang berada di luar kota besar. Di samping terbentur oleh biaya investasi alat dan pemeliharaan yang mahal, masalah ketimpangan kualitas ini menyebabkan banyak siswa di Indonesia belum pernah merasakan pengalaman praktikum fisika secara langsung.
Untuk menjembatani masalah infrastruktur tersebut, Remote Physics Laboratory dirancang sebagai solusi inklusif. Prof. Ishafit menjelaskan bahwa sistem ini bukanlah sekadar eksperimen simulasi berbasis perangkat lunak, melainkan sebuah eksperimen menggunakan peralatan laboratorium sungguhan yang bisa dikendalikan oleh pengguna dari jarak jauh melalui jaringan internet.
“Fisika adalah ilmu empiris, eksperimen adalah satu-satunya cara memvalidasi teori,” tegas Prof. Ishafit.
Sistem Remote Physics Laboratory di UAD telah dilengkapi antarmuka (interface) pendataan serta kamera web (webcam). Dengan begitu, kendati siswa tidak berada di dalam ruang laboratorium, mereka tetap dapat mengamati pergerakan alat ukur secara nyata dan seketika (real-time) dari layar monitor. Beberapa purwarupa yang telah dikembangkan secara mandiri di UAD antara lain eksperimen elektromagnetik Helmholtz coil dan tuned mass damper system untuk simulasi bangunan tahan gempa.
Inovasi ini dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4) yang berfokus pada pendidikan berkualitas, sekaligus mencerminkan nilai luhur pendidikan dari persyarikatan Muhammadiyah.
“Ini wujud konsep rahmatan lil 'alamin. Pendidikan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi,” imbuhnya.
Melalui pengembangan dan penyempurnaan Remote Physics Laboratory ke depan, diharapkan setiap pelajar dari Sabang sampai Merauke bisa mendapatkan hak akses yang setara terhadap laboratorium fisika yang mumpuni. Inovasi ini sekaligus diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah dan ketertarikan generasi muda untuk mengeksplorasi ilmu sains tanpa terkendala batas geografis maupun infrastruktur sekolah. (Ito)
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
