Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nita Rozani

Mikroplastik dalam kehidupan Sehari-hari: Ancaman atau Adaptasi?

Edukasi | 2026-06-29 17:00:47

Mikroplastik kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari air minum kemasan, makanan, hingga udara yang dihirup, partikel plastik yang tidak kasat mata ini dapat menyusup ke dalam tubuh makhluk hidup. Menghadapi kenyataan ini, manusia dihadapkan pada dua pilihan besar, menjadikannya sebagai ancaman kesehatan yang dapat merusak tubuh makhluk hidup, atau memaksakan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sudah terkontaminasi oleh mikroplastik. Namun, apakah adaptasi terhadap keberadaan mikroplastik dapat diartikan kita menerima paparan zat yang dapat membahayakan kesehatan tubuh?.

Sumber : Allianz Indonesia

Oleh karena itu, mikroplastik seharusnya tidak dianggap sebagai adaptasi yang diterima melainkan sebagai ancaman yang perlu mendapat penanganan yang lebih nyata.

Apakah mikroplastik benar-benar ada di kehidupan sehari-hari? Dan apakah keberadaannya dianggap sebagai adaptasi atau ancaman?

Secara definisi, mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran sangat kecil, yaitu kurang dari 5 milimeter (mm), karena ukurannya yang sangat kecil itu dapat mencemari lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Sampah plastik yang kita buang sembarangan tidak pernah bisa hilang dari muka bumi, sampah plastik itu akan mengalami proses degradasi hingga menjadi mikroplastik, dan pada akhirnya kembali ke tubuh kita sendiri melalui apa yang kita makan dan apa yang kita hirup. Mikroplastik ini juga dapat ditemukan di mana saja, seperti di perairan laut, lingkungan darat maupun udara, mengetahui jumlah mikroplastik yang bertambah setiap tahun, dan terdapat dampak negatif dan ancaman bagi keberadaan lingkungan dan kehidupan manusia.

Mikroplastik adalah polutan yang tak kasat mata dan sulit dihindari, makhluk hidup dapat terpapar partikel ini dari beberapa jalur, saat mengonsumsi makanan dan minuman, pada beberapa kemasan ditemukan yang sudah terkontaminasi. Hal ini juga menunjukkan ancaman bagi kesehatan makhluk hidup, mikroplastik juga dapat masuk melalui aliran darah yang berpotensi mencapai hingga organ paru-paru, hati hingga usus, bahaya utamanya meliputi gangguan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh, penurunan fungsi kognitif yang dapat merusak ingatan dan kesulitan mengambil keputusan, dan gangguan penyakit kronis seperti peradangan, kerusakan DNA, hingga risiko kanker dan autoimun.

Masalah mikroplastik tidak akan hilang dalam sekejap, tetapi ada beberapa cara untuk menguranginya, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, seperti sedotan atau kantong belanja karena sangat sulit diurai oleh alam, dan proses hancurnya bukan terurai secara biologis, tetapi menjadi partikel-partikel yang disebut mikroplastik.

Pada akhirnya, mikroplastik bukanlah hal yang bisa diadaptasikan dalam kehidupan sehari-hari melainkan sebuah ancaman bagi kesehatan makhluk hidup. Keberadaannya yang semakin meluas menunjukkan bahwa masalah dari penggunaan plastik tidak hanya berdampak bagi lingkungan tetapi juga bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan perubahan dan kebiasaan serta kepedulian bersama untuk mengurangi penggunaan plastik agar dampaknya tidak semakin besar di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image