Mahasiswa Keperawatan Unair Ajak Warga Wiyung Kenal Lebih Dekat Obat Oles di Rumah
Edukasi | 2026-06-28 14:37:34
Selasa pagi, 13 Mei 2026, suasana di Jalan Babatan Pilang Raya No. 2, Kecamatan Wiyung, Surabaya terasa beda dari biasanya. Warga pada kumpul, bukan buat arisan — tapi ikut penyuluhan kesehatan yang digelar mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Topiknya? Sediaan obat setengah padat: salep, krim, gel, dan pasta. Kedengarannya teknis, tapi cara penyampaiannya justru bikin warga betah dari awal sampai akhir.
Yang bikin beda, warga nggak cuma duduk dengerin. Mereka juga ikut pre-test di awal dan post-test di akhir buat ngukur seberapa banyak ilmu yang nyangkut. Plus, ada leaflet yang bisa dibawa pulang buat bacaan di rumah.
Papan Obat: Cara Asyik Biar Warga Nggak Bingung
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah papan besar berisi contoh produk obat topikal yang biasa ada di apotek — mulai dari salep, krim, gel, sampai pasta. Tiap produk dilengkapi keterangan singkat: ini obat apa, dipakai buat apa, dan cara pakainya gimana. Simpel, tapi ngena.
Sambil nunjuk langsung ke papan, mahasiswa jelasin perbedaan tiap sediaan dengan bahasa yang gampang dicerna. Salep itu berminyak dan oklusif, cocok buat kulit kering atau lesi kronis. Krim teksturnya lebih ringan dan gampang dibilas. Gel berbasis air, jadi terasa dingin dan nggak bikin lengket. Sedangkan pasta paling kental di antara semuanya dan fungsinya lebih ke melindungi kulit dari cairan dan iritasi.
Warga Boleh Nyobain Sendiri loh! Mereka Langsung Antusias
Sesi demonstrasi dimulai waktu salah satu mahasiswa ngoleskan produk di punggung tangannya sebagai peraga. Warga yang duduk di depan langsung pada mendekat, penasaran. Nggak lama kemudian, giliran warga yang dicoba satu-satu.
Ekspresi spontan pun muncul. Seorang ibu paruh baya langsung komentar setelah nyobain gel, "Oh, ini lebih dingin ya, beda sama yang salep tadi," katanya, disambut anggukan dari peserta lain. Mahasiswa juga ngajarin teknik olesan yang bener: bersihin kulit dulu sebelum pakai, ambil obat secukupnya, ratakan dengan gerakan pelan tanpa ditekan-tekan, lalu cuci tangan setelah selesai.
Satu per satu peserta praktek langsung di bawah bimbingan mahasiswa yang mendampingi. Nggak cuma soal tekstur yang jadi lebih jelas, warga juga jadi paham kapan dan gimana cara pakai obat-obatan ini dalam keseharian.
Tanya Jawabnya Nggak Kaleng-Kaleng
Sesi tanya jawab jadi bagian paling hidup sepanjang acara. Warga berani nanya hal-hal spesifik yang jarang banget dibahas di forum kesehatan biasa. Ada yang nanya soal jenis sediaan yang aman buat area genital. Fasilitator menjelaskan kalau area itu punya mukosa yang lebih sensitif, jadi perlu sediaan dengan pH yang sesuai, bebas bahan iritatif, dan tetap harus sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ada juga yang nanya soal perbedaan pemakaian sediaan di luka basah versus luka kering — pertanyaan yang cukup tajam dan langsung dijawab dengan jelas.
Hasil pre-test dan post-test pun ngomong sendiri: ada peningkatan signifikan jumlah jawaban benar setelah kegiatan berlangsung. Artinya, ilmu yang disampaikan beneran nyantol. Bukti nyata bahwa belajar sambil langsung nyobain jauh lebih efektif dibanding ceramah satu arah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
