Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Firman Amra

HP Kita Harus Jadi Alat Penyelamat Diri Pertama Saat Gempa

Teknologi | 2026-08-14 00:53:48

Saat gempa bumi menguncang, reflex pertama mayoritas orang di era modern ini sering kali cukup unik: mencari telepon pintar (smartphone). Sayangnya, gawai canggih itu sering hanya berakhir sebagai alat untuk memperbarui status di media sosial atau sekadar mencari kabar di grup perpesanan. Padahal, di tengah situasi darurat, detik-detik awal setelah guncangan terjadi adalah masa paling krusial yang sering disebut sebagai golden time untuk menyelamatkan nyawa.

Indonesia berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Fakta bahwa wilayah kita rawan gempa adalah hal yang tidak bisa diubah. Namun, bagaimana cara kita merespons ancaman tersebut adalah hal yang bisa kita kendalikan. Di sinilah peran teknologi di genggaman tangan harus diubah: dari sekadar media hiburan menjadi alat kesiapsiagaan mandiri.

Ilustrasi / Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (Foto: National Geographic)

Saat gempa terjadi, kepanikan adalah musuh terbesar. Kepanikan muncul karena dua hal: ketiadaan informasi yang cepat dan ketidaktahuan harus lari ke mana. Integrasi antara sistem peringatan dini, kalkulasi jarak aman, dan navigasi rute evakuasi berbasis aplikasi mobile sebenarnya hadir untuk memangkas kepanikan tersebut. Dengan bantuan sensor dan pemetaan digital, sebuah aplikasi di ponsel bisa langsung memberi tahu titik aman terdekat dan jalur mana yang paling cepat diakses tanpa harus terjebak di area rawan rubuhan.

Memanfaatkan teknologi untuk mitigasi tidak berarti kita harus menjadi ahli komputer. Masyarakat awam hanya perlu membiasakan diri memiliki "literasi digital keselamatan". Mengunduh aplikasi kebencanaan yang presisi, memastikan GPS ponsel aktif saat berada di wilayah rawan, serta mengenali rute evakuasi digital adalah langkah kecil yang dampaknya sangat besar.

Bencana memang tidak bisa kita tebak kapan datangnya. Namun, membiarkan ponsel canggih kita menganggur tanpa fungsi keselamatan di daerah rawan bencana adalah sebuah kerugian. Sudah saatnya kita menjadikan teknologi di genggaman bukan hanya sebagai teman mengobrol, melainkan sebagai penunjuk jalan dan alat penyelamat diri pertama saat alam mulai bergejolak.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image