Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Blean Fochrist

Kenapa Semua Orang Tetiba Jadi Pakar Sepak Bola Saat Piala Dunia?

Olahraga | 2026-06-23 10:34:42

Empat tahun sekali, fenomena yang sama selalu terulang. Orang yang biasanya jarang membicarakan sepak bola tiba-tiba aktif memprediksi skor pertandingan, membahas peluang juara, hingga berdebat soal taktik di media sosial. Grup WhatsApp keluarga yang biasanya sepi mendadak ramai membahas Argentina, Brasil, Inggris, atau Prancis.
Fenomena ini sering dianggap sebagai bentuk ikut-ikutan semata. Muncul istilah "fans musiman" atau "pakar sepak bola dadakan". Namun, jika dilihat lebih jauh, apa yang terjadi selama Piala Dunia sebenarnya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk dikaji.

Piala Dunia bukan hanya turnamen olahraga. Di banyak negara, termasuk Indonesia, ajang ini telah menjadi peristiwa sosial yang menyatukan perhatian jutaan orang. Selama beberapa pekan, sepak bola menjadi topik yang mampu mempertemukan orang-orang dari berbagai usia, profesi, dan latar belakang.

Sosiolog Émile Durkheim menjelaskan bahwa dalam situasi tertentu, masyarakat dapat merasakan emosi dan semangat yang sama secara bersama-sama. Kondisi ini membuat individu merasa menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Apa yang terjadi selama Piala Dunia mencerminkan fenomena tersebut.

Ketika jutaan orang menonton pertandingan yang sama dan membicarakan momen yang sama, tercipta pengalaman kolektif yang memperkuat rasa kebersamaan. Tidak mengherankan jika banyak orang rela begadang untuk menonton pertandingan atau ikut merayakan kemenangan tim favorit mereka.

Media sosial semakin memperkuat fenomena ini. Berbagai konten tentang Piala Dunia muncul setiap hari dan mendorong lebih banyak orang untuk ikut terlibat dalam percakapan yang sedang berlangsung. Banyak orang tidak ingin tertinggal dari topik yang sedang ramai dibicarakan oleh lingkungan sosialnya. Akibatnya, muncul fenomena "pakar sepak bola dadakan". Namun, hal ini tidak selalu negatif. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan orang lain dan menjadi bagian dari pengalaman bersama.

Menariknya, banyak orang Indonesia ikut merasa bahagia ketika Argentina menang atau kecewa ketika tim favorit mereka tersingkir, meskipun mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan negara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap tim tertentu sering kali menjadi bagian dari identitas sosial seseorang.

Pada akhirnya, Piala Dunia tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Di balik ramainya prediksi, perdebatan, dan dukungan terhadap tim favorit, terdapat kebutuhan manusia untuk merasa terhubung dengan kelompok yang lebih besar.

Karena itu, ketika seseorang tiba-tiba aktif membahas sepak bola selama Piala Dunia, mungkin yang sedang terjadi bukan sekadar ikut-ikutan. Bisa jadi, mereka sedang mencari cara untuk menjadi bagian dari pengalaman sosial yang dirasakan bersama oleh jutaan orang di berbagai belahan dunia.

image source: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/1/17/2026_FIFA_World_Cup_emblem.svg

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image