Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image eka dwiningsih

Anak Gaza Bisu Karena Trauma: Saat Luka Terlalu dalam untuk Bicara

Dunia islam | 2026-06-16 20:40:05
sumber: Dola Ai

Kekerasan, kerusakan, dan kematian di Gaza menyebabkan beberapa anak merespons akan penderitaan yang sangat besar itu dengan diam saja.

Anak-anak mengalami trauma yang sangat dalam, hidup dalam kondisi yang penuh ketidakpastian selama jangka waktu yang lama. Mereka takut akan nyawa mereka sendiri, kehidupan keluarga mereka, teman-teman, dan orang-orang yang mereka cintai. Faktor-faktor tersebut menyebabkan tingkat stres yang sangat tinggi dan memengaruhi sistem saraf anak-anak, salah satu dampaknya adalah anak-anak di Gaza kehilangan kemampuan berbicara. Seolah-olah sistem saraf mereka mengirimkan sinyal bahwa saya sudah tidak mampu lagi.

Enam bulan telah berlalu sejak pengumuman gencatan senjata di Gaza diumumkan, namun serangan-serangan dari pihak zionis tetap terus berlangsung secara rutin.

Unicef mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2023, pasukan zionis dilaporkan telah membunuh lebih dari 64.000 anak di Gaza, serta lebih dari 1.000 bayi yang menjadi korban. Jumlah anak yang meninggal akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah atau yang masih tertimbun di bawah reruntuhan belum bisa dipastikan.(unicef.org, 9 Oktober 2025)

Diam yang meliputi anak-anak Gaza adalah diam yang muncul dari luka yang terlalu dalam, dari mata yang sudah melihat terlalu banyak kehancuran, dari telinga yang terlalu sering mendengar suara ledakan. Saat sistem saraf anak tidak lagi mampu menahan rasa sakit yang terus-menerus, tubuh akan mengganti salah satu fungsinya, termasuk kemampuan berbicara. Ini bukan hanya gejala psikologis, ini adalah cerita yang tak terucapkan dari generasi yang sedang dihancurkan secara sistematis oleh entitas zionis yang terus-menerus menyerang, membunuh, dan menghancurkan Gaza.

Zionis telah membunuh anak-anak, menghancurkan rumah sakit, meratakan sekolah, dan memutus akses terhadap makanan serta air bersih. Semua itu adalah skenario besar yang bertujuan menghentikan keinginan hidup rakyat Palestina secara mendasar.

Ketika sebuah generasi tumbuh dalam trauma yang sangat parah hingga kehilangan kemampuan berbicara, maka sebagian dari masa depan masyarakat sedang hilang secara perlahan namun pasti. Ironisnya dunia yang memperhatikan dengan tangan hampir terikat.

Perjanjian gencatan senjata yang diumumkan enam bulan lalu belum benar-benar mengakhiri kekerasan. Serangan terus berlangsung dan jumlah korban terus meningkat. Lembaga-lembaga internasional hanyalah mampu memberikan bantuan kemanusiaan yang jauh lebih kecil nilainya dibandingkan dengan kerusakan yang terjadi.

Resolusi demi resolusi kandas di meja diplomasi. Yang lebih menyakitkan adalah sikap para penguasa negara-negara muslim yang seharusnya menjadi garda depan dalam membela saudara mereka di Palestina, sebaliknya sebagian dari mereka justru memilih untuk menormalisasi hubungan. Pengkhianatan ini tidak hanya terjadi pada rakyat Palestina, tetapi juga melanggar kepercayaan seluruh umat Islam.

Mengapa dunia islam begitu lemahnya?

Jawabannya tidak terlepas dari fakta penting yang sering diabaikan, yaitu, umat Islam saat ini hidup tanpa perlindungan.

Khilafah Islam sebagai lembaga yang selama beratus-ratus tahun berperan sebagai pelindung, pemersatu, dan penegak keadilan bagi umat Islam di seluruh dunia telah runtuh lebih dari satu abad yang lalu. Tanpa adanya institusi ini, umat Islam terpecah menjadi berbagai negara bangsa yang masing-masing hanya fokus pada kepentingannya sendiri, mudah dikendalikan oleh pihak-pihak besar, serta tidak memiliki satu pimpinan yang mampu menggerakkan kekuatan kolektif sebagaimana sejarahnya yang nyata.

Penderitaan anak-anak Palestina tidak cukup hanya diatasi dengan terapi trauma atau bantuan psikologis, meskipun hal itu tetap penting dan mendesak. Yang lebih mendasar adalah membebaskan tanah mereka dari penjajahan.

Selama wilayah Gaza dan seluruh Palestina masih tertindas oleh penjajahan, trauma akan terus tercipta, luka-luka akan terus terbuka, dan anak-anak akan terus kehilangan masa kecil mereka. Lebih dari itu, pembebasan Palestina merupakan kewajiban yang harus diwujudkan melalui kekuatan yang nyata.

Jihad solusi hakiki

Dalam pandangan Islam, kekuatan nyata untuk melawan kezaliman yang besar adalah jihad yang dilakukan demi jalan Allah. Perang berdasarkan iman yang dipimpin oleh lembaga yang resmi.

Sejarah menunjukkan bahwa Palestina pernah dibebaskan dari pasukan salib bukan karena usaha satu orang atau satu kelompok kecil, melainkan karena kekuatan militer yang terorganisasi di bawah kepemimpinan Islam yang bersatu.

Salahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Yerusalem berkat adanya lembaga yang mampu menggabungkan kekuatan seluruh umat.

Hari ini institusi pemersatu itu tidak ada. Oleh sebab itu, institusi tersebut harus didirikan kembali. Karena melalui institusi ini, kekuatan militer dari semua negeri muslim akan dikumpulkan dan pasukan militer akan digerakkan untuk membebaskan Palestina. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran akan pentingnya menegakkan kembali.

Khilafah Islam merupakan kebutuhan politik yang sangat mendesak bagi pembebasan Palestina serta bagi persatuan seluruh umat Islam. Setiap muslim yang hari ini melihat air mata anak-anak Gaza, yang hatinya terguncang melihat keheningan traumatis mereka, seharusnya tahu bahwa rasa peduli itu tidak boleh hanya berhenti pada doa dan sumbangan saja. Ia harus terus berjuang dalam menyebarkan agama mengikuti cara Nabi shallallahu alaihi wasallam, agar bisa mengembalikan lagi perisai umat yang telah lenyap.

wallauhalam bis sawab.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image