Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sulistiyan Inayatur Rohmah

Rupiah Melemah, Mahasiswa Berhemat: Apakah MBG Sudah Menjadi Prioritas yang Tepat?

Lainnnya | 2026-06-15 21:20:51

Sebagai mahasiswa perantau, saya merasakan bahwa pelemahan nilai rupiah bukan hanya persoalan ekonomi yang sering dibahas oleh para ahli atau pemerintah. Dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada meningkatnya biaya hidup. Harga makanan, kebutuhan pokok, transportasi, hingga perlengkapan kuliah yang terus mengalami kenaikan ketika nilai rupiah melemah. Sementara itu, uang saku yang diberikan orang tua belum tentu ikut bertambah, sehingga mahasiswa harus semakin pandai mengatur keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah. Menurut saya, program ini memiliki tujuan yang sangat baik karena dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi generasi muda Indonesia. Namun, ketika rupiah melemah dan kondisi ekonomi sedang menghadapi tekanan, muncul pertanyaan yang cukup penting: apakah anggaran yang sangat besar untuk MBG sudah menjadi prioritas yang tepat?

Sebagai mahasiswa, saya melihat dua sisi dari program ini. Di satu sisi, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup tentu memiliki peluang belajar yang lebih baik dan berpotensi menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Dengan demikian, program ini dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan Indonesia.

Namun di sisi lain, saya juga berpendapat bahwa pemerintah perlu memastikan bahwa pelaksanaan MBG tidak mengorbankan sektor lain yang juga penting bagi masyarakat. Ketika nilai rupiah melemah dan harga kebutuhan hidup meningkat, banyak mahasiswa, pekerja, dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang ikut merasakan tekanan ekonomi. Bagi mahasiswa seperti saya, program MBG memang tidak memberikan manfaat secara langsung karena sasaran utamanya adalah anak sekolah. Akan tetapi, saya berharap manfaat jangka panjang dari program ini benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jika anggaran yang besar tersebut mampu menghasilkan generasi yang lebih sehat dan produktif, maka program ini dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi Indonesia. Sebaliknya, jika pelaksanaannya tidak efektif, maka dana yang besar tersebut berisiko tidak memberikan hasil yang sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan negara.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image