Obat Sudah Benar, Tapi Cara Pakainya Salah? Ini Risikonya
Eduaksi | 2026-06-12 19:08:07Apakah kamu tahu sediaan obat lain/khusus?
Pernah menggunakan inhaler hanya dengan menyemprotkan obat ke mulut tanpa menarik napas dengan benar? Atau menempelkan koyo obat di area yang tidak sesuai petunjuk? Kesalahan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi ternyata dapat membuat obat tidak bekerja secara optimal.
Banyak orang menganggap bahwa keberhasilan pengobatan hanya ditentukan oleh jenis obat yang digunakan. Padahal, cara penggunaan obat juga memiliki peran yang sama pentingnya. Obat yang tepat sekalipun bisa kehilangan efektivitasnya apabila digunakan dengan cara yang salah.
Fakta ini masih sering ditemukan di masyarakat, terutama pada penggunaan sediaan obat khusus seperti inhaler, patch transdermal (obat tempel), dan implan. Berbeda dengan tablet atau kapsul yang cukup diminum sesuai dosis, sediaan obat khusus memerlukan teknik penggunaan tertentu agar obat dapat bekerja secara maksimal.
Bahayanya tidak mengetahui penggunaanya
Menurut World Health Organization (WHO), kesalahan penggunaan obat masih menjadi salah satu penyebab utama masalah keselamatan pasien di berbagai negara. Kesalahan tersebut tidak selalu berupa dosis yang berlebihan atau kurang, tetapi juga dapat berupa teknik penggunaan yang tidak tepat.
Salah satu contoh yang cukup sering terjadi adalah penggunaan inhaler. Banyak pengguna yang langsung menyemprotkan obat tanpa memperhatikan teknik pernapasan yang benar. Akibatnya, sebagian besar obat justru menempel di rongga mulut dan tenggorokan, bukan masuk ke saluran pernapasan yang menjadi target terapi. Kondisi ini membuat pengobatan menjadi kurang efektif dan dapat memperlambat proses pemulihan.
Hal serupa juga terjadi pada penggunaan patch transdermal atau obat tempel. Sebagian masyarakat masih menganggap semua patch sama seperti koyo biasa. Padahal, beberapa patch mengandung zat aktif yang dirancang untuk diserap secara perlahan melalui kulit. Jika ditempel pada area yang tidak sesuai, sering dilepas-pasang, atau bahkan dipotong tanpa petunjuk tenaga kesehatan, efektivitas obat dapat menurun.
Tidak hanya itu, penggunaan implan juga masih sering disalahpahami. Beberapa orang menganggap implan dapat dipasang atau dilepas kapan saja tanpa prosedur khusus. Padahal, pemasangan dan pelepasan implan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menghindari risiko infeksi dan komplikasi lainnya.
Upaya edukasi pada lansia oleh mahasiswa
Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat khusus mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan bagi kelompok lansia di Dusun Bulu Gondang, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan yang membahas berbagai jenis sediaan obat khusus beserta cara penggunaannya yang benar.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, dilakukan pre-test sebelum edukasi dimulai. Hasilnya menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta berada pada angka 53,04 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa masih banyak peserta yang belum memahami penggunaan dan penyimpanan sediaan obat khusus dengan benar.
Selanjutnya, materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, serta media edukasi berupa papan informasi, leaflet, dan video pembelajaran. Suasana kegiatan berlangsung cukup menarik karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat contoh langsung dan mengajukan pertanyaan terkait obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Setelah mengikuti edukasi, rata-rata nilai peserta meningkat menjadi 90,76 persen. Dengan kata lain, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 37,72 persen. Angka ini menunjukkan bahwa edukasi sederhana dengan metode yang tepat mampu membantu masyarakat memahami penggunaan obat secara lebih baik.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan obat tidak hanya soal memilih produk yang tepat, tetapi juga memahami cara penggunaannya. Kesalahan kecil yang sering dianggap sepele ternyata dapat memengaruhi keberhasilan terapi.
Karena itu, sebelum menggunakan obat apa pun, penting untuk membaca petunjuk penggunaan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila masih ragu, serta tidak segan bertanya mengenai cara penggunaan yang benar. Sebab, obat yang tepat belum tentu memberikan hasil yang optimal jika digunakan dengan cara yang keliru.
Penulis: Armanda Wildan Yanuarta
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Program Studi: D3 Keperawatan
Sumber:
World Health Organization. Medication Without Harm: Global Patient Safety Challenge. 2017
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
