Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muthia Azka

Satu Meja, Banyak Cerita: Indahnya Perbedaan di Indonesia

Edukasi | 2026-06-12 15:23:30

Kamu pasti pernah kan makan bersama teman-teman di satu bundaran meja, atau melakukan kerja kelompok bersama? Ketika duduk di satu meja yang sama, sebenarnya kalian sedang melakukan interaksi antar budaya, dalam proses ini kalian akan belajar, mengenal, memahami, dan menghargai perbedaan di sekitar kalian. Coba perhatikan, bekal apa yang dibawa temanmu atau bagaimana nada dan cara berbicara temanmu saat menyampaikan pendapat, pasti sangat beragam kan. Mungkin saja temanmu membawa makanan yang berasal dari daerah asalnya dan berbicara dengan memakai logat yang khas. Disekolah, kita dapat menemukan teman-teman yang berbeda latar belakang dengan kita, juga sangat efektif untuk menanamkan nilai keberagaman melalui berbagai kegiatan menyenangkan sangat menarik bukan? Tentu saja karena saat penulis duduk di bangku sekolah dasar banyak sekali teman yang mempunyai latar belakang dan asal yang berbeda, dan karena banyak kegiatan berkelompok penulis jadi banyak mengetahui hal baru.

Ilustrasi by: ChatGPT

Mari kita pelajari lebih lanjut, Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak suku dan ragam budaya dan bukan hanya menjadi ciri khas bangsa, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Dimana setiap daerahnya mempunyai makanan, bahasa, pakaian, lagu, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Meskipun terdapat banyak perbedaan, keragaman budaya memiliki berbagai manfaat jika kita menyikapinya dengan baik. Namun jika tanpa pemahaman yang baik itu akan dapat menimbulkan kesalahpahaman, oleh karena itu penting bagi sekolah dan keluarga untuk menanamkan nilai-nilai saling menghargai sejak dini juga memberi contoh bagaimana harus menyikapi, bertoleransi, tidak saling mengejek dan bersikap adil terhadap perbedaan. Karena itu bukanlah hal yang harus ditakuti melainkan menjadi indah dan harmonis karena kita tetap bisa bermain, belajar, berbagi bersama misalnya, belajar salam dan mencoba makanan khas daerah yang dibawa teman. Itulah yang membuat negara kita menjadi unik, setiap perbincangan dengan orang terasa segar dan baru. Kita juga bisa saling bercerita tentang perbedaan dan keunikan daerah masing-masing. Hal ini dapat membuat kita belajar bagaimana cara menghargai perbedaan yang ada, menghindari pertengkaran, dan justru membuat kita menjadi lebih akrab dan saling memahami karena keberagaman dapat menumbuhkan sikap toleransi. Kalian akan belajar bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus ditolak, melainkan membuat kalian akan saling menghargai dan menyayangi sesama.

Dengan banyaknya perbedaan kita dapat mengetahui adat dan budaya diluar daerah kita misalnya, tari topeng yang berasal dari DKI Jakarta, Bali yang mempunyai upacara adat ngaben, lagu Yamko Rambe Yamko yang sering kita dengar tenyata berasal dari Papua, dan makanan asli Palembang yaitu pempek dan masih banyak sekali. Kalian juga dapat melakukan permainan tradisional dari daerah asal teman kalian seperti congklak yang berasal dari Jawa, bakiak dari Sumatera Barat, atau gobak sodor yang berasal dari Jawa Tengah. Juga kalian dapat mempelajari bagaimana cara menyapa orang yang berbeda daerah dengan kalian seperti yang sangat terdengar umum berasal dari jawa yaitu mas atau mbak, ada juga akang teteh yang berasal dari sunda atau orang bali yang menyapa dengan menggunakan sapaan bli. Saat menyicipi makanan yang terasa baru di lidah kita, bermain permainan tradisional yang baru kita mainkan, atau mengetahui sapaan khas daerah lain akan terasa sangat menyenangkan bukan? Itulah yang membuat perbedaan di negara kita sangat indah, keberagaman juga membuat wawasan kita semakin luas.

Jadi, melalui kegiatan sederhana seperti makan bersama, bermain, atau belajar bersama dan berkelompok kalian akan merasakan bahwa perbedaan yang ada bukanlah tembok atau penghalang untuk kalian berteman. Justru kalian dapat saling beradaptasi satu sama lain yang akan menjadikan kalian akrab dan muncul banyak cerita, pengalaman, dan pembelajaran baru. Perbedaan ini dapat menjadi upaya untuk membangun hubungan yang rukun dan harmonis. Dengan demikian, berada di satu bundaran meja dengan teman kalian bukan hanya sekedar duduk bersama, melainkan menjadi simbol persatuan keberagaman yang ada. Dari satu meja kita dapat mempelajari bahwa walau daerah asal dan kebiasaan yang berbeda-beda tetapi kita tetap dapat hidup rukun berdampingan, berinteraksi, kerja sama, dan tolong menolong sesama tanpa melihat perbedaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga dan merawat keberagaman sebagai bagian dari identitas bangsa.

Pada akhirnya, keberagaman budaya di negara kita Indonesia adalah anugerah yang harus kita syukuri. Seperti kejadian langka dan menarik yang terjadi di bulan April ini, dimana hari raya nyepi dan lebaran idul fitri tepat pada hari yang sangat berdekatan, kedua budaya dan agama itu pun saling mengucapi dan menghormati satu sama lain, atau pada saat festival Cap Go Meh untuk merayakan Tahun Baru Imlek yang digelar di Jakarta pada bulan Maret kemarin dan yang lebih menarik lagi acara itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bayangkan 2 budaya dan agama merayakan itu bersama indah bukan? Dengan sikap saling menghargai, toleransi, dan terbuka, perbedaan akan menjadi kekuatan yang menyatukan kita, bukan sebagai alat untuk memecah belahkan bangsa. Dari satu meja, kita dapat melihat bahwa ada sangat banyak cerita indah yang akan tercipta jika kita bersama dan merayakan perbedaan. Saat sedang berkumpul atau duduk di satu meja bersama cobalah untuk berbagi cerita tentang daerah asal kalian, saat pergi mudik, budaya dan adat tradisional kampung halaman, keindahan alam yang terdapat didalamnya, atau sekedar berkunjung ke daerah lain untuk berwisata. Temukan perbedaan unik dan kesamaan yang ada dari pengalaman dan cerita kalian selamat mencoba!

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image