Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dhini Akhiriani

Makna Pulang dan Pencarian Identitas dalam Novel Rumah dan Galaksi

Sastra | 2026-06-10 16:09:41

Di tengah maraknya novel remaja Indonesia, Rumah karya J.S. Khairen dan Galaksi karya Poppi Pertiwi menawarkan potret yang berbeda tentang perjalanan anak muda menghadapi berbagai persoalan hidup. Meskipun lahir dari genre dan latar cerita yang berbeda, kedua novel tersebut sama-sama mengangkat tema pencarian jati diri yang dekat dengan pengalaman generasi muda masa kini.

Novel Rumah menghadirkan kisah yang berfokus pada makna rumah sebagai ruang emosional. Rumah tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik, melainkan tempat seseorang merasa diterima, dicintai, dan memiliki identitas. Tokoh-tokohnya dihadapkan pada konflik keluarga, kehilangan, serta kebutuhan untuk menemukan tempat pulang yang sesungguhnya. Melalui narasi yang reflektif, J.S. Khairen mengajak pembaca merenungkan pentingnya hubungan antarmanusia dalam membentuk rasa memiliki.

Sumber foto: Dokumen pribadi

Berbeda dengan itu, Galaksi membawa pembaca ke dunia remaja sekolah yang penuh dinamika. Konflik antargeng, persahabatan, percintaan, dan persaingan menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama. Poppi Pertiwi menampilkan realitas kehidupan remaja yang sarat dengan keinginan untuk diakui oleh lingkungan sosial. Dalam novel ini, pencarian jati diri berlangsung melalui interaksi dengan teman sebaya dan pengalaman menghadapi berbagai tekanan sosial. Secara tematik, kedua novel sama-sama berbicara tentang proses pendewasaan. Tokoh-tokoh dalam Rumah maupun Galaksi berusaha memahami siapa diri mereka sebenarnya dan bagaimana mereka harus menghadapi dunia di sekitar mereka. Keduanya juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju kedewasaan tidak pernah berjalan mulus, melainkan dipenuhi konflik, keraguan, dan tantangan.

Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam cara kedua novel membangun persoalan tersebut. Rumah lebih menekankan aspek psikologis dan relasi keluarga sebagai fondasi pembentukan identitas. Sementara itu, Galaksi menyoroti pengaruh lingkungan pergaulan dan budaya remaja dalam proses pencarian jati diri. Jika Rumah mengajak pembaca merenung, Galaksi menawarkan ketegangan dan dinamika yang lebih dekat dengan kehidupan sekolah. Perbandingan kedua karya ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia kontemporer memiliki beragam cara untuk membicarakan persoalan yang sama. Baik melalui kisah keluarga maupun kehidupan sekolah, keduanya menyampaikan pesan bahwa setiap individu membutuhkan ruang untuk tumbuh, diterima, dan menemukan dirinya sendiri.

Pada akhirnya, Novel Rumah dan Galaksi mengingatkan pembaca bahwa pencarian jati diri adalah perjalanan universal. Yang membedakan hanyalah jalan yang ditempuh setiap orang untuk sampai pada tujuan tersebut. Bagi generasi muda, kedua novel ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cermin untuk memahami diri dan lingkungan di sekitarnya.

Sumber: Pinterest oleh Manila

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image