Ancaman Krisis Keuangan Indonesia Saat Ini! Dolar Sudah 18 Ribu, Kita Harus Apa?
Info Terkini | 2026-06-09 19:53:54
Harga Barang Meroket
Coba cek struk belanja terakhirmu minyak goreng, beras, obat-obatan, sampai tagihan listrik semuanya naik, bukan karena pedagangnya serakah, bukan juga karena pemerintah sengaja menyiksa rakyat.
Ini bukan tentang salah siapa ini tentang rupiah yang sedang dalam kondisi terburuknya sepanjang sejarah, dan kamu harus tahu cara bertahan sebelum kantong kamu benar-benar jebol.
Pelemahan rupiah mulai terasa serius sejak 15 Januari 2025 saat data inflasi Amerika Serikat pada Desember 2024, mengalami kenaikan yang langsung mendorong rupiah melemah ke Rp16.315 per dolar sejak saat itu kondisi makin memburuk.
Data Bank Indonesia menunjukkan kurs referensi JISDOR berada di level Rp16.826 per dolar AS, lalu pada 5 Februari 2026 terus merangkak naik hingga Rp17.789 pada 26 Mei 2026.
Laporan resmi Bank Indonesia menunjukan pada 16-17 Maret 2026 Rapat Dewan Gubernur BI, sepakat untuk mempertahankan BI-Rate 4,75%, suku bunga depost facility 3,75%, dan lending facility 5,50%.
Dalam laporan berjudul “Tinjauan Kebijakan Moneter Maret 2026” itu dijelaskan, keputusan ini dibuat untuk mempertahankan stabilitas Rupiah di tengah memburuknya konflik Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters, Rupiah sempat menyentuh rekor terlemah di level Rp18.045 per dolar AS pada 4 Juni 2026 sebuah pelemahan sekitar 7,24 % dalam waktu kurang dari 4 bulan.
Kenapa Harga Barang Naik?
Bayangkan kamu seorang pedagang mie instan bumbu, tepung, dan kemasannya kamu beli dari luar negeri pakai dolar, dulu Rp16.000 cukup beli 1 dolar sekarang butuh Rp17.800 untuk dolar yang sama.
Banyak sektor industri manufaktur dan pangan masih sangat bergantung pada bahan baku impor, ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya impor otomatis meningkat tajam karena margin keuntungan yang semakin menipis.
Sehingga produsen terpaksa menaikkan harga jual kepada konsumen, melemahnya rupiah bukan hanya soal angka di bursa saham ini adalah reaksi berantai yang merembet dari pabrik, ke gudang, ke toko, dan akhirnya ke dompet rakyat.
Tidak hanya barang yang "murni" impor yang terdampak, tapi juga produk domestik yang memiliki kandungan impor tinggi.
Irawan Sapto Adhi Jurnalis Kompas.com menjelaskan beberapa harga bahan baku dan komoditas global masih di atas perkiraan APBN 2026, ini membuat pelaku industri dan masyarakat terkena dampak perubahan biaya produksi dan harga pasar.
Prof. Hamid Paddu Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasannudin Makasar, mengatakan bahwa melemahnya Rupiah berdampak langsung terhadap harga bahan baku dan sektor energi.
Data Bank Indonesia menunjukkan kurs JISDOR, bergerak dari Rp16.826 pada 5 Februari 2026 hingga menembus Rp18.045 per dolar AS pada 4 Juni 2026.
Sebuah pelemahan sekitar 7,24% dalam waktu kurang dari 4 bulan, artinya untuk membeli 1 dolar yang sama kamu butuh Rp1.200 lebih kelihatannya kecil tapi dikalikan jutaan transaksi impor besar sekali.
Siapa yang Paling Terkena Dampaknya?
Tidak semua orang merasakan dampak yang sama tapi banyak dari mereka yang paling berat menanggung kerugian akibat melemahnya Rupiah, masyarakat kelas bawah yang belanja harian di pasar tradisional merasakan langsung kenaikan harga minyak goreng, tepung, dan gula.
Para Pengusaha UMKM kuliner dan konveksi yang bahan bakunya tepung terigu, kain sintetis, pewarna masih banyak diimpor juga merasakannya.
Kemudian Pemilik bengkel kendaraan yang harus membeli suku cadang berstandar impor dengan harga yang terus naik, juga cukup dirugikan dengan melemahnya nilai tukar Rupiah.
Semua orang yang menggunakan perangkat elektronik dan layanan digital berbasis dolar, karena sebagian besar komponen teknologi berasal dari luar negeri harga perangkat elektronik juga berpotensi naik.
Achmad Fauzi Jurnalis Suara.com menjelaskan melemahnya Rupiah, hingga saaat ini mententuh angka Rp 18.000 per Dolar AS menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Joshua Pardede Ekonom dari Bank Permata mengatakan, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami dampaknya terhadap belanja rumah tangga dan merencanakan strategi keuangan mulai sekarang.
Perusahaan importir bahan baku yang memiliki utang valuta asing, akan kesulitan membayar cicilan karena nilai tukar yang terus melemah sehingga utang mereka semakin membengkak.
Sebaliknya eksportir yang menerima pembayaran dalam Dolar AS justru diuntungkan, karena pendapatan mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Usaha Nyata Untuk Bertahan
Perencana Keuangan Ligwina Hananto menegaskan bahwa dana darurat adalah instrumen paling penting saat ini "Cash is not just king Cash is king kong" ujarnya, ada tiga 3 strategi utama yakni meningkatkan penghasilan, menjaga pengeluaran, dan memperkuat dana darurat.
Untuk masyarakat kelas bawah yang bisa dilakukan adalah manfaatkan program bansos pemerintah, beralih ke produk yang lebih murah, dan kurangi konsumsi barang-barang yang mahal.
Emas menjadi aset paling direkomendasikan, karena nilainya cenderung stabil bahkan meningkat saat kondisi ekonomi bergejolak.
Karena harga emas dunia dipatok dalam dolar AS memiliki emas saat rupiah melemah memberi keuntungan ganda, dari kenaikan harga komoditas sekaligus selisih kurs.
Mengutip dari Berita Bisnis Kumparan.com berdasarkan Jurnal Reaksi Pasar Modal Indonesia terhadap Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS karya Gregorius Paulus Tahu, ini adalah fenomena ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas pasar modal.
Ketika terjadi pelemahan nilai mata uang di suatu negara, harga komoditas ekspor meningkat sehingga para Pengusaha ekspor otomatis mendapatkan keuntungan besar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
